News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

​​​​​​​3 Alasan Tidak Mudah bagi Shin Tae-yong Kembali ke Timnas Indonesia, Bakal Sulit Walau STY Bilang Mau Comeback

Isu kembalinya Shin Tae-yong (STY) ke kursi pelatih Timnas Indonesia kembali mencuat setelah pelatih asal Korea Selatan itu mengaku “hatinya masih condong ke Indonesia”.
Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:31 WIB
Shin Tae-yong dan Jeje
Sumber :
  • Instagram/shintaeyong7777

Jakarta, tvOnenews.com – Isu kembalinya Shin Tae-yong (STY) ke kursi pelatih Timnas Indonesia kembali mencuat setelah pelatih asal Korea Selatan itu mengaku “hatinya masih condong ke Indonesia”.

Namun analis sepak bola Haris Pardede menilai peluang STY untuk kembali melatih Skuad Garuda tidak semudah yang dibayangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haris Pardede mengatakan pernyataan Shin Tae-yong tersebut memang bisa dibaca sebagai sinyal rekonsiliasi antara dirinya dan PSSI.

Shin Tae-yong di podcast Jeje
Shin Tae-yong di podcast Jeje
Sumber :
  • YouTube/JekPot

 

“Itu pintu rekonsiliasi yang dibuka. Kalau memang ada itikad baik dari federasi, STY pasti akan menyambut,” ujar Haris Pardede dalam program Kompas Malam yang tayang Selasa (21/10/2025).

“Mungkin orang bisa punya uang Rp10 miliar atau Rp100 miliar, tapi diterima dan dicintai oleh publik Indonesia seperti STY itu sesuatu yang priceless,” lanjutnya.

Menurut Haris, secara teknis dan psikologis, semua syarat untuk “CLBK” (Cinta Lama Bersemi Kembali) antara Shin Tae-yong dan PSSI sebenarnya sudah terpenuhi, mulai dari adaptasi, ketersediaan, hingga soal gaji yang bahkan masih dicicil oleh federasi.

Namun ia menggarisbawahi bahwa kuncinya kini ada di ego dan dinamika internal PSSI.

Diamnya PSSI dan Tanda-Tanda Politik Internal

Sejak pemecatan Patrick Kluivert beberapa waktu lalu, PSSI belum mengumumkan sosok pengganti. Haris menilai, sikap diam itu bisa bermakna dua hal.

PSSI masih “buying time” atau sedang menunggu situasi politik internal mereda, atau memang ada dua kubu yang saling berbeda pendapat soal calon pelatih berikutnya.

“Saya kira peluang STY kembali itu masih 50:50, mungkin 51:49 lah. Karena sepertinya ada dua kubu di dalam yang ingin STY kembali dan yang tidak,” ujar Haris.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Sumber :
  • tvonenews.com - Maulana Yusuf

 

Ia juga menyinggung cara cepat PSSI memecat Shin Tae-yong pada Januari 2025 lalu dan menunjuk Kluivert hanya lima hari kemudian, sebagai indikasi bahwa ada keputusan yang sangat politis di balik setiap pergantian pelatih.

“Sekarang, ketika harus memecat Kluivert, malah lama sekali. Padahal dulu cepat sekali memecat STY dan mengumumkan pelatih baru,” tegas Haris.

Tiga Faktor yang Bikin STY Sulit Kembali ke Timnas

Menurut Haris Pardede, ada tiga faktor utama yang membuat peluang comeback Shin Tae-yong tidak mudah:

1. Dari sisi Shin Tae-yong sendiri

Walau sudah memberi sinyal ingin kembali, luka dari pemecatan pada awal tahun mungkin belum sepenuhnya sembuh. Namun, Haris menilai STY sudah cukup terbuka dengan pernyataannya baru-baru ini.

2. Dari sisi Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Haris menilai kunci terbesar ada di tangan Erick, apakah ia bersedia menurunkan ego dan membuka kembali kerja sama dengan STY.

“Kalau Pak Erick mau menerima kembali STY, kepercayaan publik terhadap federasi pasti akan naik lagi,” ujarnya.

Haris bahkan menyebut survei yang menunjukkan 70–80 persen publik menginginkan STY kembali melatih timnas.

3. Dari pihak-pihak di sekitar Ketum PSSI

Menurutnya, ada orang-orang di lingkungan internal federasi yang tidak menginginkan Shin Tae-yong kembali, entah karena perbedaan pandangan atau faktor personal.

“Kalau dua hal terakhir ini bisa diselesaikan, saya yakin STY bisa kembali,” ujar Haris.

Selain Shin Tae-yong, Haris juga menyoroti adanya kecenderungan PSSI memilih pelatih asal Belanda seperti sebelumnya.

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Sumber :
  • Antara/Hafidz Mubarak A/app/am

 

Ia bahkan mengkritik perilaku staf pelatih Belanda yang dianggap kurang menghargai suporter saat laga di Jeddah.

“Setelah pertandingan, mereka cuma berdiri di pinggir lapangan dan langsung pulang. Padahal fans sudah berkorban datang jauh-jauh,” ungkap Haris.

Haris juga menyinggung komentar asisten pelatih Alex Pastoor yang menilai target lolos Piala Dunia 2026 tidak logis.

Menurutnya, komentar itu menyakitkan, apalagi Indonesia sempat menahan Arab Saudi 1–1 dan bahkan menang 2–0 di Jeddah.

Dengan FIFA Matchday November yang akan digelar sekitar tanggal 10–11, Haris menilai waktu PSSI sudah sangat mepet untuk menentukan pelatih baru.

Proses adaptasi, pengenalan pemain, hingga agenda latihan harus segera dilakukan.

“Kalau sekarang saja masih belum diumumkan, waktunya sangat terbatas. Tapi kalau STY yang dipilih, dia sudah kenal pemain, tinggal gas langsung,” ujarnya.

Haris menegaskan bahwa kini “bola panas” ada di tangan PSSI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Publik menanti keputusan federasi, apakah berani mengakui kesalahan masa lalu dan kembali mempercayakan Timnas Indonesia kepada Shin Tae-yong atau justru tetap bertahan dengan pendekatan baru yang penuh risiko.

tvonenews
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT