Tak Tahan Lagi, Pakar Sepak Bola Vietnam Senggol 'Proyek Naturalisasi' Timnas Indonesia: Semua Pemain Naturalisasi Punya Akar, tak Seperti Malaysia yang...
- X @timnasindonesia
tvOnenews.com - Sepak bola Indonesia sedang berada di salah satu fase terbaik dalam sejarahnya. Untuk pertama kalinya, Timnas Indonesia berhasil menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebuah capaian yang belum pernah diraih sebelumnya sebagai negara merdeka.
Antusiasme publik pun melonjak, karena peluang Garuda untuk mencatat sejarah lolos ke Piala Dunia semakin nyata.
Menariknya, Indonesia tercatat sebagaisatu-satunya negara Asia yang melalui seluruh fase kualifikasi sejak babak awal hingga ke round 4.
Perjalanan panjang itu tidak lepas dari strategi naturalisasi pemain keturunan yang dijalankan oleh PSSI. Kehadiran sosok seperti Jordi Amat, Jay Idzes, Ivar Jenner, hingga Thom Haye sekaligus meningkatkan kualitas skuad asuhan Patrick Kluivert.
Kini, tantangan berat menanti Garuda Muda. Untuk meraih tiket otomatis ke Piala Dunia, Indonesia harus menjadi juara Grup B di putaran keempat.
Lawan yang dihadapi pun tidak main-main: Arab Saudi dan Irak, dua tim dengan tradisi kuat di kancah sepak bola Asia dan Piala Dunia.
Maka, strategi PSSI untuk memperkuat skuad lewat program naturalisasi masih akan sangat krusial.

- BPMI/Cahyo
Proyek Naturalisasi Jadi Sorotan Jelang Round 4
Jelang babak keempat ini, PSSI dikabarkan terus mengupayakan tambahan pemain keturunan yang berkarier di Eropa untuk memperkokoh skuad.
Sejumlah nama masih dalam tahap penjajakan, dengan harapan bisa segera memperkuat Timnas pada laga-laga penting round 4. Program ini dianggap sebagai kunci menjaga daya saing Garuda di level tertinggi.
Namun, proyek naturalisasi bukan tanpa kritik. Banyak pihak menilai keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh capaian Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Jika lolos, strategi ini dipandang sukses. Tetapi jika gagal, pertanyaan besar akan muncul terkait efektivitas program tersebut.
Meski begitu, pakar sepak bola asal Vietnam, Quang Huy, yakin naturalisasi Indonesia tidak akan berhenti. Menurutnya, proyek ini akan tetap berlanjut karena dukungan besar dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
“Saya rasa tidak (berhenti) karena ekonomi mereka stabil dan mereka memiliki Erick Thohir, yang sangat berdedikasi dan juga kompeten. Beliau saat ini adalah anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Beliau juga pernah menjadi presiden Inter Milan.
Artinya, beliau memiliki esensi manajemen sepak bola dari Eropa. Saya pikir Erick, meskipun tidak mencapai tujuannya, akan terus berada di jalur ini untuk membantu Indonesia dengan segala cara,” ujar Quang Huy dikutip dari Soha.

- Instagram/@facundogarces
Sindiran untuk Malaysia
Quang Huy juga menilai keberhasilan naturalisasi Indonesia sangat berbeda dengan Malaysia. Ia menyebut pemain naturalisasi Indonesia rata-rata punya akar keturunan jelas, berbeda dengan Malaysia yang kerap mengandalkan pemain asing tanpa darah lokal.
“Mereka memiliki keuntungan karena kekuatan diaspora sangat besar dan banyak dari mereka jago sepak bola. Jadi, jika tidak berhasil, mereka akan terus melakukannya. Sebenarnya, Indonesia juga punya strategi lain, bukan hanya itu. Semua pemain naturalisasi mereka memiliki akar, tidak seperti Malaysia,” tegas Quang Huy.
Menurutnya, Indonesia bahkan berpotensi dihuni lebih banyak pemain keturunan di masa depan. Hal ini karena diaspora Indonesia di luar negeri cukup banyak dan sebagian memiliki karier profesional di klub-klub Eropa.
Tak hanya soal naturalisasi, Quang Huy juga memberi catatan penting terkait pembinaan pemain lokal Indonesia. Ia mengakui bahwa sepak bola usia muda Indonesia terus berkembang dan tidak bisa dipandang remeh.
“Saya pikir sepak bola mereka masih berkembang pesat. Ke depannya, pasti akan ada lebih banyak pemain naturalisasi dan sepak bola muda mereka masih diurus, kita tidak boleh meremehkan pemain muda Indonesia,” tambahnya.
Dengan kombinasi pemain keturunan dan talenta lokal, Indonesia kini punya fondasi kuat untuk menghadapi tantangan di round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Publik sepak bola Tanah Air tentu berharap proyek ini berbuah manis dengan tercapainya mimpi besar: melihat Garuda terbang ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. (udn)
Load more