News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan Punggawa Persib Bandung Ini Sampai Berharap Ada Pemain yang Cedera di Timnas Indonesia, Kok Bisa?

Mantan kapten Persib Bandung menceritakan betapa ketatnya persaingan untuk posisi gelandang pada Timnas Indonesia di jamannya, harus bersaing dengan bintang..
Selasa, 1 Juli 2025 - 09:14 WIB
Firman Utina, Legenda Timnas Indonesia
Sumber :
  • YouTube/Bicara Bola

tvOnenews.com - Mantan kapten Persib Bandung, Firman Utina sangat berharap ada pemain yang cedera untuk posisi gelandang di skuad Timnas Indonesia.

Hal itu menjadi contoh nyata persaingan yang sangat ketat di skuad Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski beberapa pemain Liga 1 bermain sangat baik, tapi hal itu belum cukup untuk membuat bisa dipanggil untuk membela Timnas Indonesia.

Hal ini karena para pemain keturunan yang memperkuat Timnas Indonesia ini cukup solid hingga mereka sulit digantikan.

Sebut saja Asnawi Mangkualam, pemain andalan Shin Tae-yong itu mulai tersisihkan dari skuad Timnas Indonesia yang kini diasuh oleh Patrick Kluivert, meski bermain baik di Liga Thailand.

Legenda Persib Bandung Berharap Pemain Timnas Indonesia Cedera Demi Mendapat Posisi

Sementara itu, Firman Utina, legenda Timnas Indonesia mengungkapkan ketatnya persaingan di skuad Garuda di jamannya.

Legenda Timnas Indonesia, Firman Utina
Legenda Timnas Indonesia, Firman Utina
Sumber :
  • Instagram/@firmanutina1515

 

Dirinya pun melangkah bisa masuk ke skuad utama Timnas Indonesia tak mudah, karena harus merasakan duduk di bangku pemain juga.

Hal ini karena di jamannya terdapat beberapa pemain hebat dan potensial, sehingga cukup sulit untuk masuk skuad utama.

"Saya di Timnas PPD (Pra Piala Dunia) tahun 2002, saya cadangan dengan Uston Nawawi dan Yaris Riyadi, saya bahkan cadangan keempat, karena cadangan ketiga itu dari mereka berdua ini, ada Eduard Ivakdalam," ungkap Firman Utina saat jadi narasumber di podcast milik Greg Nwokolo.

"Eduard Ivakdalam, kapten Persipura Jayapura, gila," respons Greg takjub.

Firman Utina mengatakan bahwa dirinya menjadi pilihan keempat dari daftar cadangan untuk posisi gelandang di skuad Timnas Indonesia.

"Saya orang keempat, bagaimana saya bisa kesini? (pemain inti). Saya hanya bisa berdoa agar waktu memutar itu, waktu yang akan memutar itu," ujarnya.

"Sambil waktu memutar itu, mudah-mudahan mereka cedera supaya saya bisa main karena saya butuh dilihat juga, saya sampai berdoa seperti itu karena saya ingin dilihat," ungkapnya bercerita kepada Greg Nwokolo.

Bukan tanpa alasan, Firman Utina mengakui bahwa sosok-sosok yang bersaing dengannya merupakan pemain yang berkualitas.

"Saya nggak akan bisa sampai ke situ kalau tidak punya role model seperti mereka. Saya juga nggak bisa bertahan lama bermain sepak bola jika tidak punya role model seperti mereka," ungkapnya.

"Saya lihat mereka lari, tidak ada yang (berada) di belakang, saya lari mau ke depan gini, mereka juga lari ke depan," pungkasnya.

Legenda yang membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League tahun 2014 itu mengungkap betapa bagus fisik seniornya bernama Yaris Riyadi.

"Kamu tahu Yaris Riyadi? VO2 Max nya hampir 67 waktu itu, Uston Nawawi dan Yaris Riyadi, dia umur sudah, karena kebutuhan tim untuk gelandang, harus banyak bergerak, mobilitas tinggi, jadi saya termotivasi dengan itu," pungkasnya. 

Sebagai informasi, skuad Garuda asuhan Patrick Kluivert saat ini sedang fokus untuk melakoni pertandingan selanjutnya di putaran keempat Kualiifkasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Apalagi skuad Garuda dalam posisi kurang diuntungkan, harus bersaing dengan tim kawasan Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Irak, Qatar, Oman, dan Arab Saudi.

Indonesia menjadi satu-satunya tim dari ASEAN, melawan negara-negara Teluk tentunya bukan perkara mudah bagi pasukan Garuda.

Terlebih lagi, AFC sudah menunjuk Qatar dan Arab Saudi menjadi tuan rumah pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jalan yang tak mudah akan kembali dihadapi oleh Jay Idzes dan kawan-kawan, enam tim di atas akan bersaing dalam format mini-grup terpusat, akan memperebutkan hanya dua tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026. (ind)
 


 

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.
background

Pekan ke-20

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT