Sudah Dua Kali Timnas Indonesia Kena Sanksi FIFA, Menpora Minta Suporter Garuda Lakukan Ini...
- tim tvOne/Taufik Hidayat
tvOnenews.com ā Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan internasional setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi kedua dalam proses Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kali ini, sanksi diberikan akibat perilaku diskriminatif suporter saat pertandingan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Maret lalu.
Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengimbau seluruh suporter Garuda, terutama pendukung setia Timnas Indonesia, untuk lebih santun dan dewasa dalam memberikan dukungan.
FIFA menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI, berupa denda sebesar Rp400 juta dan pengurangan kapasitas tempat duduk sebesar 15% pada laga kandang berikutnya.Ā
Sanksi ini diberikan menyusul insiden diskriminatif oleh sebagian suporter yang mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.
Ini bukan kali pertama Indonesia menerima sanksi dari FIFA dalam rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, pada September dan Oktober 2024, Indonesia juga didenda sebesar 20 ribu Franc Swiss (sekitar Rp355 juta) karena keterlambatan masuk lapangan dalam laga melawan Australia di Jakarta dan China di Qingdao.
Dalam wawancara di Jakarta pada Rabu (14/5), Dito menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan terkait sanksi ini.
Ia menilai sanksi kali ini masih tergolong ringan dan bisa segera diselesaikan oleh PSSI.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Ā
Namun, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan edukasi berkelanjutan kepada suporter.
āKe depan, kita harus mengedepankan kultur asli kita, yaitu kesantunan,ā ujar Dito, dioansir dari ANTARA News.
Ia memahami bahwa euforia dan semangat masyarakat dalam mendukung timnas sedang tinggi, apalagi Indonesia tengah berjuang keras untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Meski begitu, Dito mengingatkan agar semangat tersebut tidak berubah menjadi tindakan yang kontraproduktif.
āItu harus menjadi evaluasi dan juga edukasi kembali,ā tambahnya.
Dito juga menyinggung kemungkinan bahwa perilaku diskriminatif tersebut muncul karena rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh suporter saat laga tandang melawan Bahrain.
- Antara
Load more