Media Korea Selatan Sebut Timnas Indonesia Benar-benar Gila Usai Shin Tae-yong Dipecat, Langkah Naturalisasi Pemain ke Piala Dunia 2026 Diungkit
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu media Korea Selatan kembali mengungkit perbuatan Timnas Indonesia kepada pelatih Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong atau STY dikenal sebagai pelatih Garuda selama lima tahun hingga awal 2025.
PSSI lantas membuat kejutan dengan memecat Shin Tae-yong meski mampu membawa Timnas Indonesia melaju ke bahak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Salah satu media asal Korea Selatan, Starnewskorea membuat artikel mengejutkan soal situasi naturalisasi Indonesia jelang lawan China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C.
"Indonesia benar-benar gila Shin Tae-yong dipecat, langkah tidak konvensional yang belum pernah terjadi sebelumnya'! China terguncang... 'Sebanyak 3' pemain liga Inggris dorong naturalisasi," tulis mereka dilansir Jumat (25/4/2025).
"Sepertinya mereka akan membentuk 11 pemain terbaik dengan hanya pemain yang dinaturalisasi. Pasca pemecatan pelatih Shin Tae-yong, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali melanjutkan tindakan tak konvensionalnya," lanjutnya.
Media China, Sohu melaporkan proses naturalisasi tiga pemain untuk Timnas Indonesia.
"Sepertinya ini tidak akan pernah berakhir. Indonesia, yang sedang mempersiapkan diri untuk putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia FIFA Amerika Utara & Tengah 2026 bersama China, berencana untuk menaturalisasi tiga pemain tambahan dari devisi 2 Liga Inggris," tulisnya.
China yang berada di posisi terakhir dengan 2 kemenangan dan 6 kekalahan di babak penyisihan ketiga dan terancam tersingkir, akan berhadapan dengan Indonesia di pertandingan ke-9.
Media massa China seperti Sina Sports melaporkan bahwa kemenangan atas Indonesia akan memberi China harapan untuk melaju ke babak playoff Piala Dunia Asia dan antarbenua
Namun, serangan balik Cina diperkirakan tidak akan mudah. Indonesia, di bawah manajer Patrick Kluivert, secara agresif memperkuat skuadnya.
Pelatih Patrick Kluivert dan pejabat PSSI bertemu langsung dengan Pascal Struijk (26, Leeds United) dan membujuknya untuk dinaturalisasi di Indonesia.
Selain itu, pelatih Kluivert dan dua pelatih lainnya disebut-sebut tengah mengincar pemain naturalisasi lainnya selama kunjungan mereka ke Inggris.
Million Manoff (23, Stoke City) dan Jenson Seelt (22, Sunderland) juga memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Manoff adalah pemain sayap kelas atas yang telah mencetak 5 gol dan 4 assist dalam 33 pertandingan Championship pada musim 2024-2025, menjadikannya sumber serangan utama bagi Stoke.
Sementara itu, Seelt adalah bek tengah dengan tinggi 192 cm dan merupakan prospek yang menjanjikan bagi Sunderland.
Ketiga pemain yang ingin dinaturalisasi Indonesia semuanya kelahiran Belanda.
Sohu mengungkapkan keterkejutannya, dengan mengatakan, "Indonesia benar-benar gila," dan "Indonesia berencana menaturalisasi tiga pemain sekaligus sebelum putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia Amerika Utara dan Tengah. Kecepatan ini mungkin belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia sepak bola."
"Jika Struijk, Manoff, dan Seelt dinaturalisasi, nilai tim Indonesia akan meningkat lebih dari 20 juta euro," tambahnya.
"Tim nasional China dijadwalkan akan menghadapi pertarungan hidup-mati dengan Indonesia pada bulan Juni. Jika kalah dalam pertandingan ini, China akan langsung tersingkir dari Piala Dunia Amerika Utara dan Amerika Tengah," katanya.
PSSI tiba-tiba memecat pelatih Shin Tae-yong pada awal Januari. Indonesia, di bawah pelatih Shin Tae-yong, berhasil melaju ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya, tetapi kehilangan kaptennya.
Pelatih baru, yang telah bertugas di Indonesia selama lima tahun, menerima surat pemecatan yang tidak masuk akal dalam semalam. Presiden PSSI Erick Thohir segera menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru.
Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong, yang kembali ke Korea, diangkat sebagai direktur non-eksekutif Seongnam FC.
Meski mendapat surat pemecatan sepihak dari PSSI, ia tetap menunjukkan rasa sayang kepada Timnas Indonesia hingga menjadi perbincangan hangat di Asia Tenggara, termasuk Vietnam.(lgn)
Load more