Juara Dunia Football Manager 2024 Ini Bongkar Taktik 'Konyol' Patrick Kluivert yang Bikin Timnas Indonesia Dibantai Australia
- Kolase tvOnenews
tvOnenews.com - Manar Hidayat yang merupakan juara dunia Football Manager 2024 membongkar taktik aneh yang diterapkan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.
Menurut Manar Hidayat, taktik inilah yang membuat Timnas Indonesia dibantai habis oleh Australia dengan skor 1-5 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
Seperti diketahui, Patrick Kluivert ramai menerima hujatan suporter menyusul hasil minor yang dia dapatkan saat debutnya bersama Timnas Indonesia.
Tidak tanggung-tanggung, skuad Garuda harus tertunduk lesu sekembalinya dari Sydney lantaran gawang Maarten Paes diberondong lima gol oleh Australia.
Padahal, ketika Timnas Indonesia dilatih Shin Tae-yong, skuad Garuda mampu membuat Socceroos kesulitan hingga memaksa skor imbang tanpa gol.
Berkaca dari keadaan itu, banyak suporter yang pada akhirnya mengkritik penggunaan taktikal oleh Patrick Kluivert yang dinilai kurang tepat bagi Timnas Indonesia.
Konon, Patrick Kluivert menerapkan strategi 'Total Football' ala sepak bola dalam laga debutnya bersama Timnas Indonesia beberapa hari lalu.
Padahal, banyak yang mengeklaim bahwa skuad Garuda seharusnya memakai taktik 'Counter Attack' seperti halnya STY ketika melawan tim yang lebih kuat.
Kegaduhan ini lantas dikomentari oleh Manar Hidayat, juara dunia turnamen Football Manager 2024 yang mewakili Indonesia bersama Ichsan Rahmat Taufiq.
Dalam cuitannya di akun X, Manar Hidayat menjelaskan tiga kesalahan taktikal yang dilakukan oleh Patrick Kluivert sehingga menyebabkan kekalahan telak Timnas Indonesia.
“Hilgers ga main 3 bek di Twente
Verdonk main sbg fb di NEC
Jay ga pernah main high devensive line di Venezia,” kata akun X @manarhidayat, Kamis (20/03/2025).
Pertama-tama, mari kita bahas bagaimana Patrick Kluivert menempatkan Mees Hilgers sebagai tiga bek sejajar Timnas Indonesia bersama Jay Idzes dan Calvin Verdonk.
Analisis Manar Hidayat tentang Mees Hilgers bukannya tanpa dasar. Pasalnya, sang pemain justru lebih sering bermain dengan skema empat bek di klubnya, FC Twente.
Terbukti, sebelum kalah dari Australia, Mees Hilgers pernah dimainkan Shin Tae-yong sebagai tiga bek sejajar saat Timnas Indonesia berhadapan dengan China dan Bahrain.
Hasilnya, Mees Hilgers tampil kurang mengesankan sehingga Timnas Indonesia ditahan imbang Bahrain dan kalah di markas China tahun lalu.
Akan tetapi, penampilan Mees Hilgers di laga melawan Australia jauh membaik. Dia sukses memenangkan dua dari tiga kali duel udara meski akhirnya kebobolan lima gol.
Kedua, Calvin Verdonk tampak kesulitan saat bermain tiga bek di Timnas Indonesia. Padahal saat memperkuat timnya NEC Nijmegen, ia main sebagai full back.
Meski kurang familiar, namun penampilan Calvin Verdonk sebagai bek tengah tidaklah buruk. Ia sukses memenangkan enam dari delapan duel dengan pemain lawan.
- Kolase tvOnenews
Selain itu, umpan-umpan kunci juga berhasil dilepaskan oleh Calvin Verdonk saat bermain untuk Timnas Indonesia walaupun dia tidak ditempatkan di posisi aslinya.
Terakhir adalah role Jay Idzes yang bermain dengan garis pertahanan terlalu tinggi. Peran ini sebenarnya cukup asing bagi kapten Timnas Indonesia itu.
Pasalnya, selama membela klub Italia Venezia, Jay Idzes lebih suka bermain low block atau garis pertahanan yang cukup dalam ketika berkarier di Serie A.
Terbukti, saat gol kedua Australia yang dicetak Nishan Velupillay, Jay Idzes dan Mees Hilgers terlambat mundur ke lini pertahanan Timnas Indonesia.
(han)
Load more