Tak Mau Klub Timnas Abroad Cuma Numpang Pansos ke Indonesia, Erick Thohir Ungkap Konsep Terbaru Piala Presiden 2025
- tvOnenews-Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan konsep terbaru Piala Presiden 2025.
Piala Presiden akan menjadi turnamen pramusim 2025-2026 yang digelar pada Juli 2025 mendatang.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengambil klub dari Liga 1, Erick Thohir memastikan ada klub dari pemain Timnas Indonesia abroad yang berpartisipasi di Piala Presiden.
Erick Thohir menyebut cara ini sebagai langkah agar klub yang menaungi pemain Timnas Indonesia tak sekadar menumpang pansos atau mencari ketenaran dari suporter sepak bola Indonesia.
"Dengan banyaknya pemain kita yang berlaga di banyak tempat, tentu kita mengharapkan pemain kita itu tidak sekadar dipakai untuk komersialisasi menaikkan sosial medianya, atau sekadar juga menaikkan awareness daripada klub-klub itu," kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Timnas Indonesia baik pemain yang lahir di Indonesia maupun keturunan yang menjalani naturalisasi tersebar di seluruh dunia.
Dari mulai di Asia dengan Jordi Amat di Johor Darul Tazim, Saddil Ramdani bersama Sabah FA, Pratama Arhan di Bangkok United, Asnawi Mangkualam di Port FC hingga terbaru Sandy Walsh bersama Yokohama F Marinos mendapatkan dukungan dari suporter sepak bola Indonesia.
Tak sampai disana, ada juga pemain abroad MLS seperti Maarten Paes bersama FC Dallas.
Belum lagi dengan pemain yang bermain di Liga Inggris seperti Marselino Ferdinan dan Ole Romeny di Oxford United, Elkan Baggott, dan Nathan Tjoe-A-On. Pemain Liga Italia, Jay Idzes bersama Venezia dan tak lupa pemain di Liga Belgia seperti Shayne Pattynama dan Ragnar Oratmangoe.
Hingga belasan pemain lain yang tersebar di Liga Belanda, termasuk pemilik paspor Indonesia terbaru, Dion Markx dan Tim Geyspen.
"Kita mengarahkan pemain-pemain kita yang bermain di klub klub itu benar-benar bermain, atau paling tidak menjadi pilihan untuk bermain," kata Erick Thohir.
Erick Thohir pun menagih klub-klub itu untuk memberikan pemain Indonesia kesempatan bermain di turnamen di Indonesia serta dukungan dari klub untuk PSSI.
"Kita sebagai PSSI harus istilahnya kasih reward, reward yang positif, bahwa ayo ke Indonesia, bangun sepak bola sama-sama, bukan tidak mungkin klub-klub ini punya sister club di Indonesia, atau juga bisa memberi kesempatan bahwa pemain kita bisa ditonton dengan seluruh suporter yang ada di Indonesia," kata Erick.
Load more