Marselino Blak-blakan kepada FIFA soal Momen Terbaiknya di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Menggila Lagi Lawan Australia?
- PSSI
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan kembali melakoni laga lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda akan menjalani empat pertandingan terakhir di putaran ketiga babak kualifikasi pada Maret dan Juni 2025.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Australia (20 Maret) dan Bahrain (25 Maret).
Kemudian pasukan Patrick Kluivert akan melawan China (5 Juni) dan Jepang pada 10 Juni 2025 mendatang.
Marselino Ferdinan menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dari penampilan terakhir Skuad Garuda di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pemain Oxford United itu mencetak brace saat Timnas Indonesia mengalahkan Arab Saudi 2-0 pada November 2024 lalu.
Hebatnya lagi, kemenangan tersebut sekaligus membuka kembali peluang Skuad Garuda untuk lolos ke babak berikutnya.
Marceng -sapaan akrabnya- pun bercerita pertandingan kontra Arab Saudi jadi salah satu momen terbaik sepanjang kariernya.
Hal itu diungkapkan Marselino saat diwawancara FIFA beberapa waktu lalu.
“Itu adalah salah satu momen terbaik dalam hidup saya,” kata Marselino Ferdinan dilansir dari laman FIFA.
“Ayah dan ibu saya ada di sana di stadion, dan ketiga saudara laki-laki saya juga. Orang tua saya menangis! Itu sungguh luar biasa," lanjutnya.
"Saya sangat bangga pada diri saya sendiri, sangat bangga pada tim. Mencetak gol-gol itu juga membuat saya lebih percaya diri," kata Marselino lagi.
"Itu memberi saya keyakinan untuk terus maju dan mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik lagi," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Marselino juga menceritakan momen ketika dirinya melakukan selebrasi yang cukup ikonik.
Usai gol kedua ke gawang Arab Saudi, mantan pemain Persebaya Surabaya itu berlari ke pinggir lapangan dan dengan santai duduk sambil mengamati kegembiraan yang terjadi di sekelilingnya.
“Ide itu tiba-tiba muncul di mata dan kepala saya. Saya hanya berpikir, 'Oke, mari kita lakukan ini', jadi saya duduk di kursi!" kata Marselino menceritakan selebrasi ikoniknya.
"Kami memiliki pendukung yang fantastis, dan mereka menjadi gila ketika kami memenangkan pertandingan itu. Orang-orang selalu mendukung kami dan mereka percaya pada kami. Saya mencintai mereka," tukasnya.
Load more