News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masalah Akut Lini Depan AC Milan: 4 Striker Nihil Shot on Target dan Rasio Gol Rendah yang Ancam Ambisi Scudetto

Ambisi AC Milan meraih Scudetto musim ini mulai berada di bawah bayang-bayang masalah serius. Empat striker Rossonerri tampil mandul sepanjang paruh pertama.
Selasa, 27 Januari 2026 - 14:04 WIB
Para Pemain AC Milan saat Menghadapi AS Roma di Liga Italia
Sumber :
  • REUTERS/Matteo Ciambelli

Jakarta, tvOnenews.com - Ambisi AC Milan untuk meraih Scudetto musim ini mulai berada di bawah bayang-bayang masalah serius. Empat striker tampil mandul tanpa satu pun tembakan tepat sasaran, sementara produktivitas gol yang rendah kian menggerus peluang juara.

AC Milan masih bertahan dalam pusaran persaingan Scudetto, meski jalannya tidak pernah benar-benar mulus. Di balik posisi klasemen yang masih menjanjikan, tersimpan persoalan lama yang kembali mencuat, yakni ketumpulan lini depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil imbang kontra AS Roma menjadi alarm yang sulit diabaikan. Bukan semata karena dua poin yang melayang, melainkan karena Milan kembali menampilkan wajah yang sama: besar di nama, minim ancaman di lapangan.

Sejak awal musim, Rossoneri kerap dibicarakan sebagai kandidat juara dengan komposisi skuad yang dinilai komplet. Namun, seiring berjalannya waktu, optimisme itu perlahan terkikis oleh performa menyerang yang tak kunjung stabil dari pekan ke pekan.

Sorotan tajam datang dari Gazzetta dello Sport yang menyoroti minimnya gol Milan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dari enam laga, hanya satu pertandingan yang menghasilkan lebih dari satu gol, itupun saat menghadapi Cagliari.

Kemenangan tersebut justru terasa sebagai pengecualian di tengah tren yang mengkhawatirkan. Dalam lima laga lainnya, Milan berulang kali kesulitan menemukan celah untuk menembus pertahanan lawan.

Laga melawan Roma memperlihatkan persoalan itu secara gamblang. Empat penyerang utama Milan dimainkan sejak awal, tetapi tak satu pun mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.

Rafael Leao, Christopher Nkunku, Christian Pulisic, dan Niclas Füllkrug terlihat aktif bergerak, namun kontribusi mereka tak berujung hasil nyata. Situasi ini memaksa Massimiliano Allegri berharap pada gol dari pemain non-penyerang seperti Koni De Winter dan Adrien Rabiot.

Dari sisi permainan, Milan juga kalah dalam hal kontrol dan ritme pertandingan. AS Roma tampil lebih tenang dalam mengatur tempo, sementara Milan kerap terlihat terburu-buru saat membangun serangan.

Statistik expected goals semakin menegaskan cerita di lapangan. Dengan catatan xG hanya 0,44, Milan praktis nyaris tak menghadirkan ancaman serius bagi lini belakang Roma.

Masalah ini tentu tidak muncul dalam semalam. Cedera, performa yang naik turun, serta belum menyatunya kombinasi di lini depan membuat Allegri terus melakukan penyesuaian taktis.

Sepanjang musim berjalan, Milan belum pernah menikmati momen ketika para penyerangnya tampil tajam secara bersamaan. Bahkan untuk mengandalkan dua pemain depan secara konsisten pun menjadi pekerjaan sulit.

Kondisi tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan rival terdekat mereka, Inter Milan. Tim biru-hitam sudah mengoleksi 50 gol dari 22 pertandingan, sebuah angka yang mencerminkan konsistensi dan efektivitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Milan, persoalannya bukan semata kualitas individu, melainkan efektivitas kolektif di sepertiga akhir lapangan. Jika Rossoneri benar-benar ingin menambah satu bintang lagi di dada, menemukan solusi di lini depan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan mutlak.

(sub)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
Terungkap, Alasan KPK Dalami Peran Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji

Terungkap, Alasan KPK Dalami Peran Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya keterlibatan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) yang memiliki peran sebagai pengepul dalam kasus korupsi kuota haji.
KPK Bagi Tiga Kluster Saat Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara

KPK Bagi Tiga Kluster Saat Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membagi tiga kluster saat melakukan pemeriksaan terhadap 17 saksi terkait perkara suap pengadaan pemeriksaan pajak di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara periode 2021-2026.
Soal Kejagung Jemput Tiga Kejari Padang Lawas-Magetan: Ada Pelaporan Tidak Profesional dalam Penanganan Perkara

Soal Kejagung Jemput Tiga Kejari Padang Lawas-Magetan: Ada Pelaporan Tidak Profesional dalam Penanganan Perkara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penjemputan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Fadilah Helmi, Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Septiapermana, Kajari Padang Lawas, Soemarlin Halomoan Ritonga dan beberapa Kepala Seksi lainnya, dalam rangka pemeriksaan di Jakarta.
Polda Metro Jaya Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Psikotropika di Kota Tangerang

Polda Metro Jaya Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Psikotropika di Kota Tangerang

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan dua tersangka dalam kasus peredaran narkotika sabu dan psikotropika Happy Five (H5) di wilayah Kota Tangerang, Banten.
Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Berikut rekap hasil hari pertama Thailand Open 2026

Trending

Ramalan Weton 28 Januari 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Badai Rezeki Sekaligus Ujian Tak Terduga

Ramalan Weton 28 Januari 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Badai Rezeki Sekaligus Ujian Tak Terduga

Tanggal 28 Januari 2026 jatuh pada hari Rabu Pon dalam penanggalan Jawa. Berikut lima weton yang diprediksi akan mengalami dinamika nasib paling drastis.
Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

Ustaz Khalid Basalamah mengupas soal hukum merayakan malam Nisfu Syaban. Menurutnya, tidak masalah asalkan tidak terlampau berlebihan dari syariat agama Islam.
Tidur Lebih Nyenyak dan Terhindar dari Mimpi Buruk, Biasakan Membaca Doa Sebelum Beristirahat Agar Mimpi Indah

Tidur Lebih Nyenyak dan Terhindar dari Mimpi Buruk, Biasakan Membaca Doa Sebelum Beristirahat Agar Mimpi Indah

tidak sedikit orang merasa tidurnya terganggu karena mimpi buruk yang datang berulang kali dan menimbulkan rasa cemas saat terbangun. Baca doa agar mimpi indah
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Rekap Hasil Hari Pertama Thailand Masters 2026: 3 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar

Berikut rekap hasil hari pertama Thailand Open 2026
Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berikan penjelaskan soal surat tanah lama, seperti girik yang segera tidak berlaku lagi.
Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Diketahui, pemenuhan panggilan pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi meringankan, atas permintaan dari tersangka Roy Suryo Dkk.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT