Di Balik Kepergian Xabi Alonso: Disharmoni Ruang Ganti, Isu Vinicius, dan Kritik Taktik di Real Madrid
- REUTERS/Susana Vera
Jakarta, tvOnenews.com – Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid memicu gelombang reaksi luas, tidak hanya dari manajemen klub, tetapi juga dari publik dan para pendukung. Banyak pihak menilai keputusan tersebut menyisakan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Santiago Bernabéu.
Xabi Alonso sejatinya baru memulai lembaran baru bersama Los Blancos setelah ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada Juni lalu. Namun, harapan besar yang menyertai penunjukannya harus pupus hanya dalam hitungan tujuh bulan.
Kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir perjalanan Alonso bersama Real Madrid. Meski timnya sempat dua kali menyamakan kedudukan, gol Raphinha di babak kedua akhirnya menjadi pukulan telak yang sulit dibalas.
Hasil tersebut memperbesar tekanan yang sudah lama membayangi Alonso sepanjang musim debutnya. Kritik terhadap gaya bermain serta relasinya dengan para pemain perlahan berubah menjadi sorotan tajam dari publik Madrid.
Banyak pendukung Real Madrid merasa para pemain bintang gagal menunjukkan performa terbaik mereka di bawah arahan Alonso. Situasi ini memunculkan anggapan bahwa masalah utama bukan semata ada pada sang pelatih, melainkan juga di dalam ruang ganti.
Kembalinya Alonso ke Bernabéu sejatinya disambut penuh antusiasme, mengingat status legendarisnya sebagai mantan pemain. Ia dikenal sebagai gelandang elegan dengan visi permainan luar biasa, yang membuat penunjukannya terasa emosional dan menjanjikan.
Namun sejak awal, sejumlah keputusan Alonso menuai tanda tanya, termasuk cara ia menangani Rodrygo di Piala Dunia Antarklub FIFA. Kegagalan meraih trofi tersebut serta kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain di semifinal semakin menggerus kepercayaan publik.

- Real Madrid Official
Performa Vinicius Junior menjadi salah satu isu paling disorot selama era Alonso. Penyerang asal Brasil itu mengalami penurunan drastis dan terjebak dalam puasa gol panjang yang mencapai 18 pertandingan.
Rumor mengenai ketegangan antara Vinicius dan Alonso pun mencuat ke permukaan. Frustrasi sang pemain yang beberapa kali ditarik keluar lapangan semakin menguatkan spekulasi adanya masalah komunikasi di dalam tim.
Load more