Perjalanan Inspiratif Rayan Ait-Nouri, Bek Muslim Aljazair yang Tinggalkan Wolves Demi Manchester City
- Mancity.com
tvOnenews.com - Di dinding kehormatan Wolverhampton Wanderers, nama Rayan Ait-Nouri terpampang sejajar dengan legenda klub. Padahal, usianya baru menginjak 24 tahun
Bek sayap kelahiran Paris berdarah Aljazair itu sudah mencatat lebih dari 130 penampilan di Premier League bersama Wolves, sebelum akhirnya resmi membuka babak baru dalam kariernya.
Pada Selasa (10/6) dini hari WIB, Manchester City mengumumkan perekrutan Ait-Nouri dengan kontrak berdurasi lima tahun.
- REUTERS/David Klein
Nilai transfernya dilaporkan mencapai 33 juta Pound.
Ia akan langsung bergabung bersama skuad Pep Guardiola yang tengah bersiap tampil di Piala Dunia Antarklub 2025.
“Saya sungguh senang dan merasa terhormat bisa bergabung dengan Manchester City. Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan berkesempatan untuk membela klub ini adalah mimpi yang menjadi nyata,” ujar Ait-Nouri di laman resmi klub.
“Saya juga antusias bekerja dan belajar dari Pep dan stafnya, serta berlatih bersama para pemain kelas dunia. Bergabung dengan City juga menjadi momen membanggakan bagi keluarga saya,” tambahnya.
Dari Wolves ke City
Ait-Nouri memulai karier profesional di Angers sebelum diboyong Wolves pada 2020.
Awalnya hanya pinjaman, setahun kemudian Wolves mempermanenkannya dengan tebusan 9,8 juta Pound.
Lima musim ia habiskan di Molineux, tampil konsisten meski tim kerap berganti pelatih.
Di tangan Pep, kehadiran Ait-Nouri diharapkan jadi solusi bagi posisi bek kiri City yang selama ini kerap diisi pemain darurat, mulai dari Manuel Akanji hingga Josko Gvardiol.
Pegangan Iman dan Kebanggaan Membela Aljazair
Lebih dari sekadar pesepakbola, Ait-Nouri dikenal sebagai sosok yang menjadikan iman Muslim sebagai fondasi hidupnya.
“Agama saya berarti segalanya bagi saya dan di atas segalanya. Saya berdoa setiap hari dan selalu bersyukur kepada Tuhan atas segalanya,” ungkapnya.
Ujian terbesar baginya adalah saat menjalani Ramadan di tengah jadwal padat Premier League.
Ia mengaku menjaga asupan makanan di malam hari dan saling mendukung dengan rekan sesama pemain Muslim.
Load more