Persikotas Gaet Dipo Tasikmalaya, Siap Bersaing di Level Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Persikotas Tasikmalaya menggaet DIPO Tasikmalaya untuk menatap Liga 4 Nasional.
Melalui PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) Tasikmalaya, dealer resmi Mitsubishi di Kota Tasikmalaya memberikan dukungan berupa satu unit Canter Bus FE 71 Long.
Kerja sama ini diresmikan pada Selasa (17/2/2026) dengan berlangsung selama satu musim kompetisi. Bus tersebut akan mendukung transportasi Persikotas untuk mobilitas tim selama menjalani kompetisi di level nasional.
Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S Yasa mengapresisi dukungan yang diberikan untuk juara Liga 4 Jawa Barat ini.
“Ini suntikan semangat baru buat Persikotas. Sepak bola itu bukan hanya olahraga, tapi soal gotong royong dan membangun industri sepak bola yang sehat. Family football itu tentang keluarga yang ikut memberi kontribusi untuk klub,” kata Ecep S Yasa.
Menurutnya, dukungan ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus berkembang, termasuk dengan target lolos ke Liga 3 Nusantara.
“Setelah juara di Jawa Barat, target kami juara di Liga 4 Nasional dan lolos Liga 3 Nusantara. Dukungan seperti ini sangat membantu perjuangan kami,” tegasnya.
Ia bahkan menyelipkan filosofi waktu Yunani kuno, kronos dan kairos. Menurutnya, Persikotas kini memasuki fase kairos—fase emas yang harus dimanfaatkan secara efektif.
“Dulu kita di fase kronos, fase lelah dan berdarah-darah. Sekarang kita masuk fase efektif. Waktu emas Persikotas. Dan di waktu kairos inilah kami dipertemukan dengan DIPO Tasikmalaya,” katanya.
Sementara itu, Bisnis Manager PT Dipo Internasional Pahala Otomotif Tasikmalaya, Neneng Meyawati, dukungan pada Persikotas menjadi komitmen pihaknya untuk memajukan olahraga Persikotas.
“Awalnya dari rasa bangga. Kami ingin memberi kontribusi dan sama-sama memajukan Persikotas supaya bisa naik kelas. Bangkit bersama Persikotas,” ujar Neneng.
Menurutnya, kerja sama ini akan berlangsung selama satu musim Liga ke depan. DIPO meminjamkan satu unit bus untuk mendukung pembinaan dan pertandingan Persikotas.
“Kami melihat Persikotas punya semangat tinggi. Semangat kompetisi itu sama dengan semangat kami membangun perusahaan. Itu yang jadi dasar kami menjatuhkan dukungan,” katanya.
Neneng menambahkan, sepak bola bukan sekadar urusan menang atau kalah, tetapi tentang proses, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan.
Ia bahkan mengenang masa kecilnya di lingkungan Pataruman, di mana sepak bola hidup di gang-gang sempit dan lapangan sederhana.
“Sepak bola itu dicintai semua golongan. Dari anak kecil sampai orang tua. Kalau menang, semua ikut senang tanpa batas. Itu kekuatan yang ingin kami dukung,” ucapnya.
Load more