Iwan Setiawan 'Si Mulut Besar' Kini Latih Sriwijaya FC: Pernah Ejek Persib, hingga Ribut dengan Bonek
- Tangkapan Layar
tvOnenews.com — Sriwijaya FC resmi melakukan pergantian pelatih kepala jelang bergulirnya Liga 2 Championship 2025/2026 paruh kedua. Manajemen Laskar Wong Kito mencopot Budi Sudarsono dan menunjuk pelatih kawakan Iwan Setiawan sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut diambil setelah performa Sriwijaya FC dinilai jauh dari ekspektasi dan terus terpuruk sepanjang musim ini.
Budi Sudarsono yang ditunjuk pada 21 Oktober 2025 tercatat memimpin tim dalam 12 pertandingan. Namun hasilnya jauh dari memuaskan. Sriwijaya FC kebobolan 56 gol dan hanya mampu mencetak tujuh gol.

- Instagram @sriwijayafc.id
Direktur Olahraga Sriwijaya FC Anggoro Prajesta memastikan perubahan di kursi pelatih telah resmi dilakukan.
“Iwan Setiawan akan naik menjadi pelatih Sriwijaya FC yang baru,” kata Anggoro, dikutip Kamis (12/2/2026).
Manajemen berharap pengalaman panjang Iwan Setiawan mampu menjadi solusi instan untuk mengangkat performa tim dan mengakhiri tren negatif yang membayangi klub kebanggaan Sumatera Selatan itu.
Penunjukan Iwan Setiawan tak lepas dari sorotan. Pelatih berusia 67 tahun tersebut dikenal sebagai figur berpengalaman yang pernah menangani Timnas U-23 Indonesia dan Persija Jakarta. Namun di sisi lain, ia juga lekat dengan kontroversi.
Iwan kerap melontarkan komentar pedas, kritik tajam, hingga psywar kepada lawan maupun pihak lain di sepak bola nasional. Karena gaya bicaranya yang blak-blakan, ia bahkan dijuluki “Si Mulut Besar”.
Berikut 5 kontroversi Iwan Setiawan di kancah sepak bola Indonesia:
1. Sindir Indra Sjafri
Pada 2017 saat melatih Borneo FC, Iwan Setiawan menjadi sorotan setelah melontarkan kritik keras kepada pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri.
Ia menyebut Indra tidak pantas menangani tim nasional senior dan lebih cocok melatih kelompok usia. Bahkan, ia sempat berharap Timnas U-19 tidak meraih kemenangan di Piala AFF U-18.
Namun setelah Indonesia menang 2-1 atas Myanmar, Iwan justru mendapat serangan dari warganet.
2. Psywar ke Persib Bandung

- Istimewa
Pada 2015 jelang semifinal Piala Presiden, Iwan Setiawan melontarkan psywar kepada Persib Bandung.
Ia menilai Persib hanya gemar mengumpulkan pemain bintang dan mempertanyakan kematangan strategi Djajang Nurjaman. Bahkan, ia menyinggung gelar ISL 2014 Persib sebagai sesuatu yang “agak aneh”.
"Dari kacamata saya sebagai seorang pelatih, malah gelar juara ISL 2014 milik Persib itu agak aneh, saat semifinal melawan Arema 3 pemain Arema Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi dan Alberto Goncalves diganti saat permainan sedang sengit padahal tidak ada cedera," kata Iwan Setiawan.
Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari Bobotoh.
3. Emosi ke Suporter Borneo FC
Pada Liga 1 2018, Iwan yang kembali melatih Borneo FC terlihat meluapkan emosinya ke arah tribun usai gagal meraih kemenangan.
Ia merasa tidak dihargai oleh suporter meski mengklaim telah mengangkat posisi tim.
"Sebelum saya datang (Borneo Fc) ada di peringkat ke-15 lalu saya bawa ke posisi delapan, prestasi yang sudah diraih klub ini pun berkat andil saya. Apa kalian mau bicara, siapa pelatih yang membuat tim ini hebat," ujarnya.
Tak lama setelah insiden tersebut, manajemen Borneo FC memutuskan berpisah dengannya.
4. Acungkan Jari Tengah ke Bonek

- Tangkapan Layar
Saat menangani Persebaya Surabaya di Liga 2 2017, Iwan terlibat konflik dengan Bonek Mania usai timnya kalah 1-2 dari Martapura FC.
Ia sempat terpancing emosi hingga terlihat mengacungkan jari tengah ke arah suporter. Insiden itu berbuntut pemecatan dari kursi pelatih Persebaya.
5. Remehkan Imran Nahumarury
Pada Liga 1 2021/2022 saat melatih Persela Lamongan, Iwan kembali membuat kontroversi dengan pernyataannya kepada pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury.
"Selamat datang Imron di Liga 1, saya mengenal Imran sebagai komentator namun melatih tim sepakbola tak semudah menjadi komentator. Bukan hal yang mudah buat Imran lawan Iwan Setiawan saya akan berikan pelajaran untuknya Imran bagaimana sepakbola secara real," kata Iwan Setiawan.
Namun psywar tersebut tak berbuah manis. Persela justru kalah tipis 0-1 dari PSIS.
Kini tantangan baru menanti Iwan Setiawan bersama Sriwijaya FC. Publik pun menanti, apakah sentuhan pelatih kontroversial itu mampu mengangkat Laskar Wong Kito dari keterpurukan, atau justru kembali memunculkan polemik baru di sepak bola nasional.
Load more