Pelatih Bali United Ceritakan Culture Shock Debut di Super League: Heran Tak Punya Pembalap MotoGP Hingga Ada Ular 3 Meter di Lapang Latihan
- Bali United
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Bali United, Johnny Jansen menceritakan culture shock alias gegar budaya dalam debut Super League. Pelatih asal Belanda ini baru pertama kali menangani klub di luar negeri dan Bali United menjadi pelabuhan pertamanya.
Culture Shock pertamanya tentu sama seperti warga negara asing lainnya, yakni lalu lintas Indonesia. Bahkan Johnny Jansen heran tak ada orang Indonesia yang menjadi pembalap MotoGP.
"Kami punya supir klub, namanya Agus, dia orang baik, Agus biasa mengantar kami ke tempat latihan pagi, tapi ya kalian bsa melihat motor di Bali akan lebih cepat berjalan dibandingkan dengan mobil, saya ingin kalian merasakan sendiri," kata Johnny Jansen dikutip dari laman Leeuwarder Courant, Minggu (4/1/2026).
Johnny Jansen bangga sudah mulai menguasai jalanan di Bali. Dia pun sudah bisa berkendara sendiri ke beberapa lokasi khususnya di Sanur.
"Rasanya seperti bermain ski di jalan setapak hujan, jika anda melihat ke belakang, kalian akan disalip, jadi anda harus melihat ke depan dan menyesuaikannya," katanya.
"Memang mereka luar biasa (dalam berkendara), saya heran kenapa Indonesia tidak punya pembalap MotoGP," katanya.
Johnny Jansen pun harus menyesuaikan diri dengan beradaptasi atas budaya Bali. Di setiap awal musim, skuad Bali United akan melakukan Tirta Yarta (sembahyang bersama).
"Apakah kalian familiar dengan Pura Besakih? Sebagai turis kalian hanya akan melihat upacara atau berinteraksi dengan monyet yang tinggal di sana, tapi sekarang kami ada di tengah-tengah itu, merasakan maknanya dan itu sangat mengesankan," katanya.
"Mereka sangat percaya karma di sini, mereka berdoa agar tetap sehat dan tidak terluka, mereka juga tetap positif, dan mereka berdoa juga untuk kami," katanya.
Di sisi lain, Johnny Jansen bersyukur Bali United menjadi salah satu klub yang memiliki tempat latihan mumpuni. Dia bahkan mulai terbiasa dengan tumpukkan bangkai hewan seperti burung pipit yang jatuh dari atap karena panas.
Sayangnya, dia kembali mengalami gegar budaya ketika untuk pertama kalinya melihat ular sebesar tiga meter di tempat latihan.
Load more