News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Noh Alam Shah? Striker Haus Gol Asal Singapura yang Pernah Main di Arema dan Persib, Kabarnya Sekarang...

Arema FC dan Persib Bandung cukup beruntung pernah merasakan servis dari striker tersubur di Asia Tenggara yakni Noh Alam Shah yang berasal dari Singapura.
Minggu, 21 Juli 2024 - 17:16 WIB
Eks pemain Arema dan Persib Noh Alam Shah
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Noh Alam Shah sempat menjadi salah satu striker paling berbahaya di Asia Tenggara ketika membela tim nasional Singapura di Piala AFF.

Bagaimana tidak, Noh Alam Shah sempat memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di Piala AFF sebelum akhirnya digeser striker Thailand Teerasil Dangda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak ayal, sejumlah klub Liga 1 seperti Arema FC hingga Persib Bandung kepincut untuk memboyong Noh Alam Shah sebagai mesin pencetak gol.

Bukan cuma garansi gol saja yang bisa ia berikan, Noh Alam Shah juga pernah memberikan sumbangsih gelar Liga 1 saat memperkuat Arema FC musim 2009/2010.

Setelah berjaya sebagai striker elit ASEAN, Noh Alam Shah kemudian memutuskan pensiun dari sepak bola pada tahun 2015 silam.

Setelah delapan tahun pensiun sebagai pesepakbola profesional, bagaimana kabar Noh Alam Shah sekarang?

Noh Alam Shah merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki tim nasional Singapura maupun Asia Tenggara di era tahun 2000-an.

tvonenews

Lahir pada 3 September 1980, pemain bernama lengkap Mohamed Noh Alam Shah ini memulai karier sepak bolanya bersama klub lokal Singapura Sembawang pada 1997.

Karier Noh Alam Shah mulai menanjak saat bergabung ke klub papan atas Singapura Tampines Rovers pada 2003. Selama lima musim di sana, ia telah mencetak 84 gol dari 162 penampilan.

Bersama Tampines Rovers, Noh Alam Shah sukses memberikan gelar juara Liga Singapura yakni tahun 2004 dan 2005. Hal itulah yang membuatnya mendapat kesempatan trial dari Notts County (Inggris) dan Skonto Riga (Latvia).

Bukan hanya dikenal akan prestasinya, Noh Alam Shah juga terkenal punya sifat tempramental ketika sedang bertanding di atas lapangan.

Saat bermain untuk Tampines Rovers, Noh Alam Shah terlibat insiden dengan rekan setimnya di Timnas Singapura yakni Daniel Bennett yang membuatnya dijatuhi sanksi denda dan larangan bermain.

Noh Alam Shah bersama pemain Singapura lainnya yakni Muhammad Ridhuan kemudian gabung ke Arema FC dan langsung menjadi juara Liga Indonesia 2009/2010.

Selama tiga musim di Arema FC, Noh Alam Shah sukses menyumbangkan 32 gol dari 73 pertandingan sebelum pindah ke Persib Bandung pada 2011.

Namun, performa Noh Alam Shah bersama Persib Bandung kian menurun dan dia hanya bertahan selama setengah musim di sana sebelum kembali ke Singapura.

Noh Alam Shah kemudian balik ke Liga Indonesia dengan memperkuat PSS Sleman pada 2013. Akan tetapi, ia lebih sering berkutat dengan cedera.

Akhirnya, ia kembali lagi ke Tampines Rovers sebelum memutuskan gantung sepatu dari sepak bola pada 2015 di usianya yang ke-35 tahun.

Di level internasional, Noh Alam Shah telah dipercaya sebagai striker Timnas Singapura sejak 1999. Ia telah mengemas 34 gol dari 80 pertandingan.

Hal yang paling diingat dari Noh Alam Shah ialah saat dia membawa Singapura meraih juara Piala AFF 2005 dan 2007 sekaligus mendapat gelar MVP.

Noh Alam Shah juga sempat menjadi top skor sepanjang masa Piala AFF dengan koleksi 17 gol. Namun pada 2021 lalu, posisinya digeser oleh striker Thailand Teerasil Dangda.

Kabar Noh Alam Shah Setelah Pensiun

Noh Alam Shah diketahui mempunyai istri yang berasal dari Jawa Timur. Anaknya yakni Miqdad Shah saat ini bermain untuk Tanjong Pagar U21.

Selain itu, Noh Alam Shah juga punya keterikatan dengan Indonesia karena kakek di pihak ibunya berasal dari Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Eks pemain Arema FC asal Singapura Noh Alam Shah

Eks pemain Arema FC asal Singapura Noh Alam Shah (Source: Istimewa)

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada 2015, Noh Alam Shah sempat terlihat menjalani profesi sebagai supir taksi online di Singapura.

Ia juga sempat bekerja sebagai eksekutif operasional di departemen penyewaan mobil bernama Komoco Motors yang dimiliki oleh bos klub Tampines Rovers.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun kini, Noh Alam Shah kembali terjun ke dunia sepak bola. Ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Singapura senior dan U23 serta pelatih kepala klub Tanjong Pagar.

Sekarang, Noh Alam Shah tengah menimba ilmu kepelatihan di klub Liga Jepang yakni Tokyo Verdy dalam program ‘Coaches Overseas Attachment' yang berlangsung hingga Desember 2024. (han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT