Bukan ke Persib, Maarten Paes Justru Pilih Ajax Cuma Gara-gara Hal ini
- instagram Maartenpaes
Kesempatan bermain di kompetisi level atas jelas menjadi faktor pembeda dibandingkan Liga Indonesia.
Selain itu, Ajax menawarkan lingkungan kompetitif, fasilitas kelas dunia, serta jalur karier yang lebih selaras dengan pengalaman Paes.Â
Kiper berusia 27 tahun itu tengah berada di usia emas dan masih memiliki ambisi untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Selama membela FC Dallas, Paes tampil konsisten. Ia memperkuat klub MLS tersebut selama tiga setengah tahun dengan total 128 penampilan dan mencatatkan 25 clean sheet.Â
Catatan ini menunjukkan bahwa Paes bukan sekadar pelapis, melainkan penjaga gawang utama yang terbiasa memikul tanggung jawab besar.
Jejak Karier Paes: Dari Eredivisie, MLS, hingga Timnas Indonesia
Belanda bukan wilayah asing bagi Maarten Paes. Ia mengawali karier profesional bersama NEC Nijmegen, klub tempat ia menembus tim utama pada musim 2016/2017 dan bertahan selama dua tahun.Â
Setelah itu, Paes melanjutkan kariernya ke FC Utrecht pada awal musim 2018/2019 sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan FC Dallas pada 2022.
Pengalaman di Eredivisie dan MLS membuat Paes memiliki paket lengkap sebagai penjaga gawang modern. Secara total, ia telah menempuh lebih dari 200 pertandingan di level klub sepanjang karier profesionalnya.
Di level internasional, Paes juga mengambil keputusan besar dengan memilih membela Timnas Indonesia. Hingga kini, ia telah mencatatkan 10 penampilan bersama skuad Garuda dan menjadi salah satu figur penting di bawah mistar.
Dengan kepindahan ke Ajax Amsterdam, Paes bukan hanya melangkah ke klub elite Eropa, tetapi juga mempertegas arah kariernya.Â
Di tengah rumor ke Persib Bandung dan hiruk-pikuk Super League 2025/26, Paes memilih tantangan yang lebih tinggi sebuah keputusan yang mungkin mengecewakan sebagian pihak, tetapi sepenuhnya masuk akal bagi perjalanan profesionalnya. (udn)
Â
Load more