Bukan ke Persib, Maarten Paes Justru Pilih Ajax Cuma Gara-gara Hal ini
- instagram Maartenpaes
tvOnenews.com - Keputusan Maarten Paes bergabung dengan Ajax Amsterdam akhirnya menjawab spekulasi panjang yang sempat berkembang di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Di tengah rumor yang mengaitkannya dengan Persib Bandung menjelang putaran kedua Super League 2025/26, kiper Timnas Indonesia itu justru memilih jalur berbeda: kembali ke Eropa dan merapat ke salah satu klub paling bergengsi di Belanda.
Pilihan ini mencerminkan arah karier Paes yang ingin terus berkembang di level tertinggi, alih-alih pulang ke Asia lebih cepat.
Nama Paes sebelumnya ramai disebut-sebut sebagai target potensial Persib Bandung. Popularitasnya yang meningkat bersama Timnas Indonesia, ditambah kebutuhan Persib akan sosok kiper berpengalaman, membuat rumor tersebut terasa masuk akal.
Namun, ketika bursa transfer musim dingin benar-benar bergerak, Ajax datang dengan tawaran konkret dan visi jangka panjang yang sulit ditolak.
Ajax Menyalip Persib dalam Perburuan Maarten Paes
Kepindahan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pertama kali dikonfirmasi oleh jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano.
Melalui akun media sosialnya, Romano menyebut bahwa Ajax telah mencapai kesepakatan permanen dengan FC Dallas untuk transfer sang kiper.

- Instagram @maartenpaes
“Ajax menyepakati kesepakatan untuk mendatangkan Maarten Paes dari FC Dallas di MLS, transfer permanen. Kontrak hingga Juni 2029, selanjutnya tes kesehatan setelah kesepakatan disetujui dan diselesaikan oleh agen SEG, Boy Kuijpers,” ujar Romano seperti dilansir dari Antara.
Kabar ini otomatis memupus harapan Persib Bandung dan para bobotoh yang sempat berharap Paes bisa merapat ke Bandung.
Spekulasi mengenai kepindahan Paes ke Persib sebelumnya banyak berkembang di media sosial, terutama karena klub Liga 1 itu dikenal berani merekrut pemain asing berprofil besar demi memperkuat skuad menghadapi persaingan domestik dan Asia.
Namun, Ajax bergerak lebih cepat dan lebih meyakinkan. Dengan kontrak berdurasi hingga Juni 2029, Paes disiapkan sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub asal Amsterdam tersebut.
Daya Tarik Eropa dan Level Kompetisi Jadi Penentu
Keputusan Paes memilih Ajax dinilai sangat logis dari sudut pandang profesional. Ajax bukan hanya klub elite Eredivisie, tetapi juga memiliki reputasi kuat di Eropa dan sejarah panjang di Liga Champions.
Kesempatan bermain di kompetisi level atas jelas menjadi faktor pembeda dibandingkan Liga Indonesia.
Selain itu, Ajax menawarkan lingkungan kompetitif, fasilitas kelas dunia, serta jalur karier yang lebih selaras dengan pengalaman Paes.
Kiper berusia 27 tahun itu tengah berada di usia emas dan masih memiliki ambisi untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Selama membela FC Dallas, Paes tampil konsisten. Ia memperkuat klub MLS tersebut selama tiga setengah tahun dengan total 128 penampilan dan mencatatkan 25 clean sheet.
Catatan ini menunjukkan bahwa Paes bukan sekadar pelapis, melainkan penjaga gawang utama yang terbiasa memikul tanggung jawab besar.
Jejak Karier Paes: Dari Eredivisie, MLS, hingga Timnas Indonesia
Belanda bukan wilayah asing bagi Maarten Paes. Ia mengawali karier profesional bersama NEC Nijmegen, klub tempat ia menembus tim utama pada musim 2016/2017 dan bertahan selama dua tahun.
Setelah itu, Paes melanjutkan kariernya ke FC Utrecht pada awal musim 2018/2019 sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan FC Dallas pada 2022.
Pengalaman di Eredivisie dan MLS membuat Paes memiliki paket lengkap sebagai penjaga gawang modern. Secara total, ia telah menempuh lebih dari 200 pertandingan di level klub sepanjang karier profesionalnya.
Di level internasional, Paes juga mengambil keputusan besar dengan memilih membela Timnas Indonesia. Hingga kini, ia telah mencatatkan 10 penampilan bersama skuad Garuda dan menjadi salah satu figur penting di bawah mistar.
Dengan kepindahan ke Ajax Amsterdam, Paes bukan hanya melangkah ke klub elite Eropa, tetapi juga mempertegas arah kariernya.
Di tengah rumor ke Persib Bandung dan hiruk-pikuk Super League 2025/26, Paes memilih tantangan yang lebih tinggi sebuah keputusan yang mungkin mengecewakan sebagian pihak, tetapi sepenuhnya masuk akal bagi perjalanan profesionalnya. (udn)
Load more