Mulai Sekarang Tolong Berhenti Nyinyiri Pemain Keturunan di Timnas Indonesia, Negara-negara ini Ternyata Bisa Sukses kok, Ini Buktinya...
- PSSI
Maroko bahkan berhasil menggoda Brahim Diaz untuk memilih Maroko ketimbang Spanyol.
Belanda
Belanda, yang banyak mengandalkan pemain keturunan dari Afrika dan Suriname, juga telah menunjukkan hasil positif.
Dari era Ruud Gullit hingga Virgil van Dijk, dan kini Xavi Simons, pemain keturunan selalu menjadi bagian penting dari skuad mereka.
Timnas Jerman juga memanfaatkan pemain keturunan seperti Mesut Ozil dan Sami Khedira untuk memenangkan Piala Dunia 2014.
Pemain keturunan terus menjadi bagian integral dari tim mereka hingga sekarang, seperti Antonio Rudiger dan Jamal Musiala.
Inggris
Inggris, meskipun belum meraih gelar prestisius dalam dua dekade terakhir, telah mencapai final Euro 2020 berkat pemain keturunan seperti Bukayo Saka dan Raheem Sterling.
Italia
Italia juga tidak ketinggalan, dengan Mario Balotelli, yang berperan penting dalam mencapai final Euro 2012, serta Jorginho, yang membantu mereka menjuarai Euro 2020.
Kembali ke Indonesia, Shin Tae-yong dan PSSI sedang berupaya keras memulangkan pemain-pemain keturunan untuk membela Timnas Indonesia.
Beberapa nama yang telah bergabung antara lain Jordi Amat, Sandy Walsh, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Shayne Pattynama.
Terbaru ada Jens Raven yang telah resmi menjadi WNI untuk membela Timnas Indonesia.
Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menambah kekuatan di lapangan tetapi juga untuk menginspirasi pemain lokal dan meningkatkan standar sepak bola nasional.
Prestasi Indonesia hingga jelang putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan hasil positif dari program ini.
Timnas Indonesia berhasil lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sesuatu yang belum pernah dicapai dalam beberapa dekade terakhir.
Ini adalah bukti bahwa strategi naturalisasi dan pembinaan pemain yang diterapkan PSSI dan Shin Tae-yong mulai membuahkan hasil.
Selain prestasi di kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia juga menunjukkan performa yang menjanjikan di kompetisi regional.
Misalnya, di Piala AFF 2022, Indonesia berhasil mencapai semifinal, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Di tingkat usia muda, Timnas U-23 Indonesia juga menunjukkan hasil positif dengan beberapa kali mencapai babak semifinal di turnamen Asia Tenggara.
Load more