Belajar MBG dari Vietnam, India, dan Brasil: Piring Gizi, Tantangan Pendidikan, dan Taruhan Generasi Masa Depan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
3. Outcome Based dan Moratorium Ekspansi
Jangan terjebak audit administratif, ketika kwitansi lengkap, maka dianggap beres. Tahun 2026, auditnya harus outcome-based.
Badan Gizi dan Kemendikbud harus berani pasang badan bila dalam dua tahun MBG berjalan tapi skor literasi (PISA) kita tidak naik, atau angka stunting tidak turun signifikan, anggaran MBG tahun berikutnya harus dipotong otomatis.
Jadikan anggaran sebagai insentif performa, bukan cek kosong yang cair tiap tahun tanpa hasil nyata.
Stop dulu di angka yang bisa diawasi. Evaluasi total hasil tahun 2025: Di mana bocornya? Di mana racunnya? Di mana vendor orang dalamnya?.
Hanya daerah yang rapor pendidikannya membaik yang boleh ditambah jatah MBG-nya. Jadikan MBG sebagai hadiah bagi daerah yang serius mengurus sekolah, bukan sekadar bagi-bagi jatah gratisan secara merata tapi hambar.
Janji politik memang berat. Namun jangan sampai demi menunaikan janji lantas menghalalkan segala cara. Termasuk cara yang tak masuk akal secara ekonomi dan menggerus pendidikan.
Mengklaim pendidikan tidak dikorbankan sambil menyedot sumsum anggarannya adalah distorsi informasi yang sangat halus. Tapi masyarakat yang kritis tak bisa dibohongi dengan cara itu.
Jangan sampai tahun 2026 dicatat sejarah sebagai tahun di mana kita sukses menghitung kalori di atas piring, tapi gagal menghitung kemunduran peradaban sendiri.
Perut yang kenyang hanya bertahan beberapa jam. Tapi otak yang pintar akan bertahan seumur hidup.
Semoga program pemerintah tak hanya kenyang dengan pujian, tapi juga lapar akan perbaikan.
Load more