Belajar MBG dari Vietnam, India, dan Brasil: Piring Gizi, Tantangan Pendidikan, dan Taruhan Generasi Masa Depan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Pilihan memprioritaskan "katering" di atas "kesejahteraan pengajar" adalah pernyataan politik implisit: Kita lebih mempercayai asupan kalori jangka pendek ketimbang transformasi kualitas manusia lewat pengajaran berkualitas.
Kita khawatir, sangat pantas khawatir. Lonjakan anggaran 500 persen dalam setahun itu ngeri secara manajerial. Kalau kapasitas produksi naik setinggi itu tanpa sistem pengawasan yang kuat, hasilnya cuma dua: Kualitas merosot atau duitnya menguap.
Sebagai praktisi yang paham pentingnya supplier performance dan quality control, saya melihat potensi kerentanan masif pada rantai pasok MBG.
Isu keterlibatan entitas yang dekat dengan lingkaran kekuasaan dalam pengadaan logistik dapur tak sekadar rumor politik, melainkan risiko Good Corporate Governance (GCG) yang serius.
Tanpa mekanisme audit independen yang transparan, anggaran pendidikan yang disedot ini dikhawatirkan hanya akan mengalir ke kantong-kantong tertentu melalui kontrak yang tidak kompetitif.
Jika standar kualitas (Quality Control) dikalahkan kebutuhan mengembalikan modal politik, maka yang dikorbankan, ya, perut anak-anak kita. Dapat asupan kualitas rendah tapi dibayar mahal oleh negara.
Peningkatan budget hingga lima kali lipat dalam setahun anggaran itu fenomena langka. Ini menunjukkan keinginan politik yang kuat. Kuat sekali bahkan. Tapi keinginan tersebut mengabaikan prinsip gradualisme (bertahap) yang biasa dianut dalam manajemen keuangan negara.
MBG di Vietnam
Mari kita belajar dari negara-negara lain yang punya program serupa MBG. Coba tengok Vietnam. Negeri ini tak punya anggaran makan sebesar kita. Tapi skor PISA-nya —kemampuan baca dan matematika anak-anaknya— jauh di atas kita.
Di Vietnam, nama programnya tak bombastis atau bau politis seperti MBG. Mereka menyebut School Meal Project (atau Bữa ăn học đường). Cara mainnya pun beda. Tak langsung hantam kromo pakai APBN buat ngasih makan semua anak.
MBG Vietnam memang dikelola di bawah Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) tapi tak sendirian. Mereka juga menggandeng pihak industri swasta (Ajinomoto Vietnam) dan Institut Gizi Nasional.
Tiga hal yang bikin Vietnam beda jauh dengan planning kita di 2026:
Load more