PHK Massal di Media Massa dan Lahirnya Angkatan Displaced Journalist
- IST
Displaced bukan berarti hilang.
Kadang, kita harus dipindahkan agar menemukan rumah baru.
-000-
Epilog: Dari Pena ke Nurani Digital
Seorang jurnalis muda di Bandung pernah berkata setelah ia di-PHK:
“Dulu saya menulis untuk halaman depan. Sekarang saya menulis untuk hati pembaca.”
Mungkin inilah peran baru mereka:
Bukan sekadar pencatat peristiwa, tapi penyala cahaya dalam kabut data.
Bukan lagi bagian dari industri besar, tapi bagian dari kebangkitan suara-suara kecil yang jujur.
Mereka tak lagi punya kantor. Tapi mereka punya suara.
Dan suara itulah yang akan menyambut dunia baru—dengan nurani, bukan sekadar notifikasi.
Di tengah sunyi ruang redaksi yang kosong,
Pena-pena tua menari di atas puing harapan.
Mereka menulis bukan lagi untuk bertahan,
Tapi untuk menyalakan cahaya di lorong zaman.
Angkatan Displaced Journalists bukan akhir sebuah profesi.
Melainkan awal dari cara baru hidup dari kata-kata yang menyala, jika memiliki sumber penghasilan lain.
Di sudut-sudut digital, bayangkan ini bisa dilakukan untuk merajut mimpi kolektif yang baru. Misalnya:
- Seorang jurnalis Jawa Timur mengorganisir decentralized newsroom di blockchain. Setiap verifikasi fakta dibayar dengan kripto.
- Di Buenos Aires, mantan editor mendirikan perkumpulan jurnalis lepas, yang menjual analisis kebijakan ke NGO via platform Web3.
- Di Jakarta, podcast investigasi "Suara Puing,” dibiayai oleh 1.000 pelanggan setia, tanpa iklan, tanpa algoritma.
Mereka bukan lagi korban. Mereka arsitek ekosistem baru. Ini area crowdsourced fact-checking bertemu AI audit transparan. Fungsi informal" jurnalisme menjelma jadi networked truth-telling.
Tapi di baliknya, pertanyaan menganga: Akankah kebun kata ini cukup subur
untuk memberi tempat baru ribuan yang terusir dari pabrik berita?
Jika tidak, angkatan The Displaced Jurnalists ini bukan hanya kehilangan profesi tapi mengalami krisis identitas.*
Jakarta, 4 Mei 2025
Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun demikian, seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Load more