Anjlok ke Rp17.300 per Dolar AS, Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Paling Lemah di Dunia
- unsplah.com/Mufid Majnun
Aktivitas pelayaran LNG di Strait of Hormuz yang mulai kembali normal juga dinilai memberi sinyal positif, meski risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.
“Jika tren ini berlanjut, maka tekanan dari sisi dolar, minyak, dan sentimen risiko bisa berkurang, sehingga rupiah punya ruang untuk kembali ke bawah Rp 17.000,” tuturnya.
Meski ada ruang penguatan, Josua mengingatkan ketidakpastian global masih tinggi sehingga pergerakan rupiah tetap sangat sensitif terhadap perkembangan eksternal.Â
Sebelumnya, Â nilai tukar Rupiah anjlok ke level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4/2026) pagi. Kondisi ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah.Â
Nilai rupiah melemah sekitar 0,74 persen dibanding posisi penutupan sehari sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah juga terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona merah. Namun, depresiasi rupiah tercatat paling dalam dibanding mata uang regional lainnya. (nba)
Load more