News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peran dan Motif Begal Motor Anggota Damkar Jakpus Terungkap, Pelaku Pukul Korban hingga Ubah Warna Motor Demi Party

Motif begal motor anggota damkar Jakpus terungkap, pelaku incar uang untuk pesta dan narkoba, korban dipukul hingga motor disamarkan.
Rabu, 15 April 2026 - 21:00 WIB
Ilustrasi begal motor.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus begal motor yang menimpa seorang anggota pemadam kebakaran di Jakarta Pusat akhirnya terungkap. Polisi membeberkan secara rinci motif hingga peran masing-masing pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut, yang ternyata dilakukan demi mendapatkan uang untuk pesta, termasuk konsumsi narkoba.

Peristiwa ini terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026). Hingga kini, aparat kepolisian telah mengamankan lima pelaku, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Eko Yulianto, mengungkapkan identitas para pelaku yang telah ditangkap, yakni Fernando alias Encek Ado, Rayhan Saputra alias Galigong, Rizki Ardiansyah alias Ketu, Hariyadi Julianto, dan Rohim alias Oim. Sementara empat pelaku lain berstatus DPO, yaitu Zidan, Jawir, Chandra, dan Fajri.

Motif Begal: Cari Uang untuk Pesta dan Narkoba

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa motif utama para pelaku adalah ekonomi, yakni mendapatkan uang dari hasil penjualan motor curian.

Namun, uang tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan dasar, melainkan untuk bersenang-senang.

“Motifnya untuk mendapatkan uang. Dari hasil penjualan motor itu kemudian digunakan untuk party atau bersenang-senang,” ujar Roby, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, hasil tes urine menunjukkan bahwa lima pelaku yang telah diamankan positif mengonsumsi narkoba jenis amfetamin atau sabu. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksi kriminal tersebut berkaitan dengan kebutuhan konsumsi narkotika.

Peran Masing-Masing Pelaku Terungkap

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga merinci peran setiap pelaku yang terlibat dalam aksi begal tersebut. Aksi mereka dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas.

Berikut peran para pelaku:

  • Fernando: menabrak korban, memukul kepala korban, dan menjual motor

  • Fajri (DPO): memukul korban dan mengambil motor

  • Zidan (DPO): menyerang menggunakan batu dan menerima uang hasil penjualan

  • Hariyadi: ikut memukul korban dan mengambil handphone

  • Rohim (Oim): menjual handphone hasil curian

  • Chandra (DPO): menerima bagian uang dari hasil penjualan motor

  • Rayhan (Galigong): menerima uang dari hasil penjualan motor

  • Rizki (Ketu): turut menikmati hasil penjualan

  • Jawir (DPO): menerima bagian keuntungan dari penjualan motor

Aksi kekerasan yang dilakukan para pelaku tergolong brutal, di mana korban tidak hanya dirampas kendaraannya, tetapi juga mengalami pemukulan.

Modus: Motor Diubah Warna untuk Hindari Pelacakan

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku melakukan modifikasi terhadap motor hasil curian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengganti warna kendaraan serta mengubah bagian tertentu seperti jok.

“Motor aslinya berwarna merah, tapi sudah diubah menjadi oranye untuk menyamarkan. Ini bagian dari upaya pelaku agar kendaraan sulit dikenali sebelum dijual,” jelas Roby.

Meski demikian, polisi mengungkap bahwa motor tersebut belum sepenuhnya terjual. Pelaku baru menerima uang muka dari calon pembeli, sementara transaksi penuh masih direncanakan dilakukan di lokasi yang lebih jauh.

Ancaman Hukuman Berat

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 479 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya melibatkan aksi kriminal jalanan, tetapi juga penggunaan narkoba yang memperparah tindakan para pelaku.

Polisi masih terus memburu empat pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) guna menuntaskan kasus ini secara menyeluruh. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral