News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nenek di Kebon Jeruk Edarkan Uang Palsu, Beli Rp100 Ribu Seharga Rp50 Ribu — Ketahuan Saat Belanja Sayur!

​​​​​​​Nenek 70 tahun di Pasar Kebon Jeruk kedapatan edarkan uang palsu. Ia beli Rp100 ribu seharga Rp50 ribu dan ketahuan pedagang saat beli sayur.
Kamis, 13 November 2025 - 14:33 WIB
Nenek di Kebon Jeruk Edarkan Uang Palsu, Beli Rp100 Ribu Seharga Rp50 Ribu — Ketahuan Saat Belanja Sayur!
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com — Polisi mengungkap kronologi penangkapan seorang nenek berinisial RM yang diduga mengedarkan uang palsu di Pasar Patra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (11/11/2025).

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda Jaya Sibarani, menjelaskan bahwa aksi nenek tersebut terbongkar saat dirinya berbelanja sayur di pasar dan diketahui oleh pedagang bahwa uang yang digunakan palsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“(Di pasar) beli sayur aja. Sama pedagang ketahuan,” kata Ganda kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Warga yang mengetahui hal tersebut kemudian mengamankan nenek berusia sekitar 70 tahun itu dan menemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu. Dari hasil pemeriksaan awal, nomor seri pada uang tersebut ternyata sama.

“Jadi saya dapat informasi dari warga yang mengamankan ibu-ibu. Terus kita ke sana, ada seorang ibu-ibu berumur 70 tahun. Kami dapat serahan dari warga berupa empat lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Jadi ibu-ibu itu belanja di sana dengan menggunakan uang palsu,” ujar Ganda.

Lebih lanjut, Ganda mengungkapkan bahwa RM mengaku membeli uang palsu tersebut dari seseorang dengan harga Rp50 ribu per lembar.

“Pengakuannya, dia dapat dari seseorang. Dia tergiur karena ditawarkan oleh orang ini. Satu lembar uang pecahan Rp100 ribu dibeli Rp50 ribu. Jadi sekarang kita fokus mencari orang yang menjual uang itu ke ibu ini,” tegasnya.

Sementara itu, video penangkapan RM sempat viral di media sosial melalui akun Instagram @warga.jakbar dengan keterangan: “Nenek Ini Diduga Edarkan Uang Palsu di Pasar Patra Kebon Jeruk.”

Dalam video tersebut, terlihat nenek berkerudung ungu duduk di pasar dan diinterogasi sejumlah warga.

“Maaf mak, tolong mak uang yang di dompet tolong keluarin, yang Rp100 ribuan ya,” ucap perekam video.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nenek itu kemudian mengeluarkan beberapa uang dari dompetnya. Warga pun menegaskan bahwa uang Rp100 ribu yang digunakan nenek tersebut palsu, setelah sebelumnya dipakai untuk membeli sembako dan tomat.

“Nah ini palsu, maaf ya ini uang sembako palsu,” kata perekam video dalam unggahan itu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral