Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazah.
Dalam hal ini, ayah Wapres Gibran, Jokowi menilai, seharusnya dirinya tidak disuruh untuk menunjukkan ijazahnya.
Sebab, kata Jokowi, yang menuding ijazahnya palsu lah yang semestinya membuktikan dalil tersebut.
"Serahkan pada proses hukum yang ada dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," beber Jokowi kepada wartawan di kediamannya, Banjarsari, Solo, Jumat (10/4/2026).
Jokowi juga khawatir, jika dirinya menuruti tuntutan untuk menunjukkan ijazah, maka itu akan jadi preseden dalam proses hukum, di mana seseorang yang dituduh mendapat beban untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan.
"Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh, kebalik-balik itu," jelas Jokowi.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) telah meminta agar Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya agar polemik dokumen kelulusan perguruan tinggi ini tidak berlarut-larut.
Hal ini disampaikan JK saat berbicara kepada awak media seusai melayangkan laporan terhadap ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, pemilik akun Youtube @Studiomusikrockcianjur, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).
Ketiga pihak tersebut dilaporkan oleh JK atas dugaan penyebaran berita bohong dan dugaan pencemaran nama baik.
Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri.
Mulanya, JK menyebut bahwa polemik ijazah ini sudah merugikan Jokowi dan membuat masyarakat Indonesia resah.
Kerugian yang dimaksud Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 ini meliputi kerugian uang dan kerugian waktu.
Bahkan, ia juga merasa rugi waktu karena terseret dalam pusaran kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
"Ya sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan," beber JK di Gedung Bareskrim Polri.
Kemudian, JK pun meyakini bahwa ijazah milik Jokowi asli.
Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya agar kasus ini tidak berlarut-larut
"Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli," kata JK.
"Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini, habis waktu kita."
Di samping itu, JK menilai, persoalan kasus ijazah ini menimbulkan perpecahan di masyarakat, baik pihak yang pro maupun kontra.
"Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah dua-tiga tahun ini. Tinggal dikasih lihat, selesai. Tinggal dikasih lihat masyarakat saja, selesai," ungkapnya.
"Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini," pungkasnya.
Selain itu, ia juga juga mengungkap alasan dirinya melaporkan Rismon Sianipar beserta dua pihak lainnya, yakni karena tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi adalah penghinaan bagi dirinya.
"Bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya," bebernya.
Tudingan mendanai polemik kasus ijazah Jokowi, kata Jusuf Kalla, adalah hal yang tidak etis dan tidak pantas untuk dia lakukan.
Apalagi, Jusuf Kalla sudah mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden pada periode 2014-2019.
"Pak Jokowi itu bekas presidennya, saya wakilnya ya, kita sama-sama di pemerintahan selama lima tahun. Masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menegaskan, tudingan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi sama sekali tidak benar.
"Yang itu penghinaan dan merugikan martabat saya bahwa saya [dituding] membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati Pak Jokowi dan saya sekali lagi tidak melakukan itu," kata JK.
Jusuf Kalla pun menyebut, dirinya memutuskan melapor ke polisi karena tudingan itu sudah menyebar dan mencoreng nama baiknya.
"Karena itu sudah menyebar atau apa pun, ya saya laporkan ke polisi karena nama baik saya," pungkasnya. (aag)
Load more