Militer Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat C-130 Kedua Milik Amerika Serikat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Eskalasi konflik antara Teheran dan Washington terus meningkat setelah angkatan bersenjata Iran melaporkan telah menjatuhkan pesawat angkut militer C-130 Hercules kedua milik Amerika Serikat.
Pesawat tersebut dikabarkan tengah menjalankan misi penyelamatan bagi kopilot jet tempur F-15E yang sebelumnya jatuh di wilayah tersebut.
Keterangan resmi ini disampaikan pada Minggu (5/4) oleh juru bicara markas pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari.
Menurut pihak Iran, upaya Amerika Serikat untuk mengevakuasi pilot mereka berakhir dengan kegagalan.
Komando militer Iran mengklaim total ada empat armada udara AS yang berhasil dilumpuhkan, yakni dua pesawat pendukung C-130 dan dua helikopter jenis Black Hawk.
"Sesuai informasi yang diterima sebelumnya, penyelidikan tambahan oleh para ahli di tempat kejadian menentukan bahwa, sebagai hasil dari tembakan intens dari para pejuang Iran, angkatan bersenjata menembak jatuh dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik tentara AS," tulis pernyataan tersebut.
Klaim militer Iran ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa pilot kedua dari jet F-15E yang jatuh telah berhasil dievakuasi dan kini dalam kondisi aman.
Trump juga menyebutkan bahwa pihaknya mengerahkan puluhan unit pesawat dalam operasi penyelamatan besar-besaran tersebut.
Ketegangan bersenjata ini berawal dari serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menyasar sejumlah titik di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Menanggapi agresi tersebut, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel.
Meskipun awalnya pihak AS dan Israel berdalih bahwa serangan mereka adalah langkah "pencegahan" terhadap program nuklir Iran, belakangan mereka secara terbuka menyatakan bahwa tujuan akhirnya adalah untuk memicu perubahan kekuasaan di negara tersebut. (ant/dpi)
Load more