BNPB Ungkap Korban Bencana Sumatera Ingin Punya Hunian Tetap, Pembangunan Dipercepat
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Desakan kuat dari warga terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra mendorong pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap), bahkan sebelum fase rehabilitasi dan rekonstruksi resmi dimulai.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat yang ingin segera keluar dari kondisi serba sementara.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan bahwa warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini sangat membutuhkan tempat tinggal permanen setelah melewati fase darurat bencana.
Menurutnya, seluruh wilayah terdampak saat ini berada dalam masa transisi menuju pemulihan yang ditargetkan berakhir pada 30 Maret 2026, sebelum masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi mulai 1 April 2026.
Namun, tekanan kebutuhan di lapangan membuat pemerintah tidak menunggu tahapan formal tersebut untuk mulai membangun hunian tetap.
“Dalam ilmu kebencanaan, rehabilitasi rekonstruksi itu dimulai dengan pembangunan hunian tetap. Tapi karena tadi disampaikan oleh Bapak Kasatgas (Tito Karnavian) bahwa masyarakat ini sudah sangat ingin segera dibangunkan hunian tetap, makanya walaupun masih di tahap transisi, belum masuk rehabilitasi rekonstruksi, kita sudah membangunkan hunian tetap,” kata dia, dalam konferensi pers update PHTC, di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Suharyanto menegaskan, percepatan ini merupakan bentuk respons langsung terhadap aspirasi warga yang ingin segera kembali ke kehidupan normal dengan tempat tinggal yang layak dan aman.
Di sisi lain, dukungan anggaran dari pemerintah pusat saat ini masih difokuskan pada bantuan stimulan untuk rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang. Meski begitu, pembangunan untuk rumah rusak berat juga mulai dijalankan secara paralel.
“Di BNPB anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan ini baru sampai tahap stimulan rumah rusak ringan dan rusak sedang. Tetapi sekali lagi, rusak berat ini pun sudah kita mulai bangun,” tegasnya.
Langkah agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya mempercepat fase pemulihan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek psikologis masyarakat yang membutuhkan kepastian tempat tinggal setelah bencana.
Dengan percepatan pembangunan huntap, pemerintah berharap masa transisi dapat dilalui lebih singkat, sekaligus mengurangi risiko warga kembali berada dalam kondisi rentan akibat keterlambatan pemulihan. (Agr/rpi)
Load more