Dedi Mulyadi Berkali-kali Tak Merespons Komite SMK IDN Bogor, Kecewa Para Orang Tua Siswa Ngadu ke KPAI
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Komite SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor akui beberapa kali bersurat ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terkait pencabutan izin operasional sekolah.
Di dalam surat tersebut, komite SMK IDN Bogor menyampaikan keinginan mereka untuk audiensi dengan KDM terkait kronologi lengkap dalam polemik sekolah.
Pasalnya para orang tua khawatir penutupan izin operasional SMK IDN oleh KDM akan berdampak pada ratusan anak yang masih bersekolah di sekolah tersebut.
"IDN dan Komite sudah bersurat ke Gubernur Jawa Barat beberapa kali," kata Ketua Komite SMK IDN Bogor Eko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
- Istimewa
"Meminta audiensi untuk menyampaikan keluh kesah dan kronologi yang sesungguhnya terjadi di lapangan," tambah Eko.
Mereka berharap kebijakan dari pemerintah untuk mendukung kelanjutan pendidikan sekitar 500 siswa SMK IDN Bogor yang kini terdampak SK Gubernur tersebut.
Namun surat tersebut ternyata tak kunjung direspons oleh Gubernur KDM.
"Tidak mendapat balasan apapun, tidak diberi kesempatan audiensi atau bertemu sama sekali," kata Eko.
Pada akhirnya, pihak orang tua siswa SMK IDN Bogor mengadu kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Puluhan orang tua siswa SMK IDN Bogor mendatangi kantor KPAI di Jakarta pada Kamis (12/3/2026) kemarin.
- Antara
Komite sekolah meminta negara hadir memberikan solusi atas ketidakpastian masa depan pendidikan 500 murid SMK IDN Bogor.
"Kebijakan tersebut berdampak serius bagi para siswa, terutama karena terjadi di masa krusial pendidikan, saat siswa tengah menghadapi ujian sekolah serta proses seleksi masuk perguruan tinggi," kata Komite Perwakilan Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Sri Malahayati lewat keterangan tertulis.
Dalam mediasi tersebut, mereka menyampaikan keputusan KDM tidak hanya berdampak secara administratif, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis dan ketidakpastian masa depan bagi ratusan siswa yang selama ini berprestasi. (muu)
Load more