Tiga Orang Tewas Tertimbun Longsor di TPST Bantargebang, DLH DKI Kerahkan Ekskavator dan Operasi Darurat
- Dinas LH
Untuk mempercepat proses evakuasi, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator guna membuka timbunan material longsor. Selain itu, dua ambulans disiagakan dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban di lokasi kejadian.
Di saat bersamaan, upaya stabilisasi area juga langsung dilakukan guna mencegah longsor susulan. Penataan zona timbunan sampah dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman bagi aktivitas di lapangan
“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” jelas Asep.
Meski insiden ini berdampak pada aktivitas di TPST Bantargebang, DLH memastikan layanan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan. Untuk sementara, satu titik buang sampah dibuka pada malam hari agar ritase truk pengangkut sampah dari Jakarta tetap dapat beroperasi.
Sementara itu, dua titik buang lainnya masih dalam proses perapihan. DLH juga meminta seluruh jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari antrean panjang truk sampah sekaligus memberikan ruang bagi tim evakuasi yang masih bekerja di area longsor.
“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” tutup Asep. (agr/iwh)
Load more