Soroti Serangan AS ke Iran, DPR Ingatkan Indonesia Harus Tetap Non-Blok
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta menolak segala bentuk penjajahan di tengah konflik global yang terus memanas.
Menurut Syahrul, sejak awal Indonesia telah menegaskan diri sebagai negara non-blok yang tidak berpihak pada kekuatan tertentu. Prinsip tersebut, kata dia, harus menjadi pedoman dalam menyikapi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Indonesia adalah negara non-blok dan secara konstitusi kita juga mengutuk penjajahan. Karena itu kita harus melihat konflik ini secara objektif dan berdasarkan prinsip hukum internasional,” ujar Syahrul, Minggu (8/3/2026).
Politisi Fraksi PKS itu juga mempertanyakan legitimasi serangan Amerika terhadap Iran yang dinilai tidak memiliki mandat dari lembaga internasional.
“Tidak ada legitimasi dari PBB atau lembaga internasional. Ini yang menjadi pertanyaan besar. Bahkan di Amerika sendiri sudah muncul suara publik yang menilai konflik ini lebih banyak untuk mengamankan kepentingan Israel,” kata Syahrul.
Ia menilai konflik berpotensi terus memanas, terlebih setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu respons militer lebih luas dari Iran terhadap kepentingan Amerika di kawasan.
“Iran tidak berhenti melakukan serangan balasan. Bahkan mereka menyasar pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Ini menunjukkan konflik bisa melebar,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, Syahrul memastikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah memiliki prosedur tetap untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri jika konflik memburuk.
“Sudah ada SOP ketika terjadi konflik atau chaos di suatu negara. WNI di luar negeri selalu diminta berkoordinasi dengan KBRI, termasuk jika diperlukan evakuasi,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai konflik di Timur Tengah juga harus menjadi pelajaran strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.
Syahrul mencontohkan Iran yang mampu bertahan di tengah embargo internasional selama puluhan tahun, namun tetap mengembangkan teknologi pertahanan secara mandiri.
Load more