News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Ramainya Kritikan soal Impor Mobil Pikap dari India, Dirut Agrinas Beberkan Fakta Mencengangkan

Buntut ramainya kritikan soal impor mobil pikap dari India, Dirut Agrinas beberkan fakta mencengangkan terkait rencana pengadaan puluhan ribu kendaraan dari
Jumat, 6 Maret 2026 - 02:30 WIB
Buntut Ramainya Kritikan soal Impor Mobil Pikap dari India, Dirut Agrinas Beberkan Fakta Mencengangkan
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut ramainya kritikan soal impor mobil pikap dari India, Dirut Agrinas beberkan fakta mencengangkan terkait rencana pengadaan puluhan ribu kendaraan dari India itu.

Sebelumnya, rencana itu menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Di tengah kritik tersebut, PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pasokan kendaraan dari produsen lokal yang benar-benar berasal dari produksi dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa menyampaikan, bahwa kendaraan yang dipasok oleh merek lokal di Indonesia pada dasarnya juga bergantung pada komponen impor.

“Sejauh ini kan tidak ada lokal yang bisa suplai juga kan? Karena yang dari lokal di sini, merek-merek lokal di sini kan impor 100 persen juga, tapi dengan harga 4 (unit produksi lokal) untuk 7 (unit produksi impor),” jelas Joao saat dihubungi tvOnenews.com, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, perbandingan harga menjadi pertimbangan penting dalam pengadaan kendaraan untuk program tersebut. Ia menilai tidak ada perbedaan dampak ekonomi antara membeli kendaraan bermerek lokal dengan kendaraan impor secara langsung.

“Kan sama-sama impor gitu, efek ekonominya juga tidak ada gitu. Hanya cuma bedanya mereka pernah di sini, seolah-olah kayaknya mereka yang berhak saja gitu. Tapi kan saya beli merek lokal itu 4 (unit), saya dapat mobil India ini 7 (unit),” katanya.

Joao juga meluruskan informasi terkait jumlah kendaraan yang akan diadakan. Ia menegaskan bahwa jumlah mobil pikap yang akan didatangkan bukan 105.000 unit seperti yang sempat beredar.

“Mobil pick-up bukan (105.000 unit), hanya 70.000, 35.000 dari Tata Motors, 35.000 dari Mahindra Scorpio. 35.000-nya lagi truk roda enam,” ujarnya.

Untuk memastikan target produksi terpenuhi, Agrinas bahkan telah melakukan pembayaran uang muka kepada produsen kendaraan di India. Langkah itu diambil agar pabrikan menghentikan produksi untuk pesanan lain dan fokus memenuhi kebutuhan Agrinas.

“Kita, kita itu sudah bayar 30 persen yang saya bilang itu. Karena kan kita kan untuk menghentikan produksi lain mereka, dan supaya mereka bisa produksi hanya untuk kita karena mengejar target waktu itu,” kata Joao.

Ia menambahkan bahwa pembayaran uang muka juga telah dilakukan kepada pihak Tata Motors.

“Tata sama juga sudah dibayar juga,” ujarnya.

Joao menjelaskan bahwa proses produksi kendaraan di India memiliki karakteristik berbeda dengan pabrik otomotif modern yang sepenuhnya mengandalkan robot.

“Karena kan kita itu, nah mereka di sana itu, dia produksi mobilnya itu enggak pakai robot. Robotnya itu, robotnya itu setengah saja gitu. Jadi dia pakai bukan Artificial Intelligence tetapi dia pakai Human Intelligence,” katanya.

Sementara itu, rencana impor kendaraan tersebut sebelumnya telah menuai kritik dari DPR. Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mengaku pihaknya tidak pernah menerima penjelasan rinci mengenai pengadaan kendaraan dalam program koperasi desa.

Menurut Herman, informasi mengenai impor kendaraan justru diketahui DPR dari pemberitaan media.

“Itu sebagian sudah sampai, sebagian kecil ya, 1.200 kendaraan sudah sampai,” ujar Herman di Kompleks DPR RI, Kamis (26/2/2026).

Ia juga menilai bahwa dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, Agrinas hanya memaparkan alokasi anggaran untuk setiap desa tanpa menjelaskan rencana pengadaan kendaraan secara spesifik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa,” ujarnya.

Sorotan tersebut memperlihatkan bahwa rencana pengadaan kendaraan untuk program koperasi desa kini tidak hanya menjadi persoalan teknis pengadaan, tetapi juga menyangkut transparansi kebijakan serta efektivitas penggunaan anggaran negara. (agr/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral