KPK Dapat Nama Perusahaan yang Diduga Memberi Uang ke Oknum di Ditjen Bea Cukai
- Aldi Herlanda/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengantongi sejumlah nama perusahaan yang diduga melakukan pemberian uang untuk kepengurusan cukai di ke oknum Ditjen Bea dan Cukai.
"Ini kami juga sudah mendapatkan berbagai data informasi termasuk keterangan juga dari para pihak terkait dengan perusahaan-perusahaan yang diduga memberikan sejumlah uang kepada para oknum di Ditjen Bea Cukai untuk pengurusan cukai," ucap jubir KPK, Budi Prasetyo, Kamis (5/3/2026).
Dalam hal ini tentunya KPK akan memanggil perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan pengaturan di Ditjen Bea Cukai tersebut.
"Penyidik tentu akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan-perusahaan," jelasnya.
Budi mengimbau agar pihak-pihak untuk kooperatif memberikan keterangan secara jujur, sehingga kasus dugaan korupsi terkaot importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai ini dapat segera terungkap.
"Mengimbau pada pihak-pihak terkait untuk kooperatif, untuk mendukung, sehingga proses penegakan hukum ini dapat berjalan secara efektif," tandasnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini baik dari pihak DJBC maupun swasta.
Mereka di antaranya, Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
Lalu Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai, John Field (JF), pemilik Blueray Cargo, Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo, Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo.
Terbaru KPK juga mengumukan satu tersangka lainnya yakni pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Penetapan tersangka terhadap Budiman berdasarkan hasil sejumlah saksi yang telah diperiksa oleh KPK.
Selain itu, hal ini tak terlepas dari hasil pendalaman terkait penggeledahan safe house di wilayah Ciputat dengan mengamankan barang bukti koper yang berisi uang senilai Rp 5 miliar. (aha/iwh)
Load more