GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Lewat Pemilu, Tak Turun ke Jalan: Begini Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran Pasca Tewasnya Ali Khamenei

Bagaimana mekanisme suksesi pemimpin tertinggi Iran? Ini peran Majelis Ahli, dewan sementara, dan proses konstitusional pasca wafatnya Ali Khamenei.
Senin, 2 Maret 2026 - 07:00 WIB
Kepala Garda Revolusi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS

Teheran, tvOnenews.com - Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi momen paling menentukan dalam sejarah politik Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir. Peristiwa ini bukan sekadar kehilangan figur sentral negara, tetapi juga mengaktifkan mekanisme konstitusional yang jarang terjadi dan sarat kepentingan ideologis.

Berbeda dengan negara demokrasi yang menggelar pemilu langsung, Iran memiliki sistem suksesi tersendiri yang tertutup, bertahap, dan sepenuhnya dikendalikan institusi keagamaan. Proses inilah yang kini menjadi sorotan dunia internasional, terutama di tengah tekanan geopolitik dan konflik terbuka dengan Amerika Serikat serta Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Majelis Ahli Jadi Kunci: Ulama Menentukan Pemimpin Tertinggi

Dalam sistem ketatanegaraan Iran, penentu utama pemimpin tertinggi adalah Assembly of Experts atau Majelis Ahli. Lembaga ini terdiri dari 88 ulama Syiah yang dipilih rakyat setiap delapan tahun sekali melalui pemilu nasional.

Namun, pemilu ini tidak sepenuhnya bebas. Setiap kandidat Majelis Ahli wajib lolos seleksi Guardian Council, lembaga pengawas konstitusi yang dikenal ketat dan konservatif. Guardian Council kerap mendiskualifikasi kandidat yang dianggap tidak sejalan dengan ideologi Republik Islam, termasuk tokoh-tokoh moderat.

Majelis Ahli memiliki mandat besar: memilih pemimpin tertinggi dan secara teori dapat memberhentikannya. Meski demikian, sejak Revolusi Islam 1979, kewenangan pemberhentian tersebut belum pernah digunakan.

Konstitusi Mengatur Transisi: Dewan Sementara Pegang Kendali

Konstitusi Iran mengatur bahwa setelah wafatnya pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pengganti “sesegera mungkin”. Hingga keputusan itu diambil, seluruh kewenangan tertinggi negara dijalankan oleh dewan kepemimpinan sementara.

Dewan ini bersifat kolektif dan terdiri dari presiden yang sedang menjabat, kepala lembaga peradilan, serta satu ulama anggota Guardian Council yang ditunjuk oleh Expediency Council. Struktur ini dirancang untuk mencegah kekosongan kekuasaan dan menjaga stabilitas negara di masa transisi.

Dalam situasi terkini, posisi tersebut diisi oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dua figur dengan latar politik berbeda namun sama-sama berada di lingkar inti kekuasaan.

Proses Tertutup dan Sunyi, Dunia Hanya Bisa Berspekulasi

Salah satu ciri paling khas dari mekanisme suksesi di Iran adalah sifatnya yang sangat tertutup. Tidak ada kampanye terbuka, tidak ada pengumuman resmi kandidat, dan tidak ada perdebatan publik. Seluruh proses berlangsung di internal Majelis Ahli, membuat dunia luar hanya bisa membaca tanda-tanda politik dari dinamika elite.

Sebelumnya, nama mantan Presiden Ebrahim Raisi sempat dipandang sebagai calon kuat penerus Khamenei. Ia dikenal sebagai figur garis keras dan loyal terhadap prinsip Wilayatul Faqih. Namun, kematiannya dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024 mengubah total peta suksesi.

Isu Dinasti Mengemuka, Nama Mojtaba Khamenei Jadi Sorotan

Pasca wafatnya Khamenei, spekulasi kembali mengarah pada Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi. Meski berstatus ulama, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan. Wacana ini memicu kontroversi karena dinilai berpotensi menyerupai sistem dinasti.

Bagi sebagian kalangan, suksesi ayah ke anak bertentangan dengan semangat Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah. Bahkan di kalangan pendukung sistem teokrasi, ide tersebut dianggap sensitif dan berisiko memicu resistensi internal.

Jarang Terjadi, Suksesi Kali Ini Sarat Ujian

Sejak Revolusi Islam, Iran baru satu kali mengalami pergantian pemimpin tertinggi, yakni pada 1989 saat Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan Ali Khamenei. Artinya, mekanisme ini jarang diuji, terlebih dalam situasi krisis keamanan dan tekanan global seperti sekarang.

Transisi kali ini juga terjadi setelah konflik bersenjata dengan Israel serta meningkatnya ketegangan kawasan. Hal tersebut membuat pemilihan pemimpin tertinggi bukan hanya urusan domestik, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi: Figur Paling Berkuasa di Republik Islam

Pemimpin tertinggi Iran memiliki kewenangan mutlak dalam sistem negara. Ia menjadi penentu akhir seluruh kebijakan strategis, panglima tertinggi militer, serta pengendali Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi.

Garda Revolusi tidak hanya berperan di bidang keamanan, tetapi juga menguasai jaringan ekonomi besar dan memimpin Poros Perlawanan Iran di kawasan. Karena itu, siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi akan sangat menentukan arah politik, militer, dan diplomasi Iran ke depan.

Sistem Dijaga Tetap Jalan, Dunia Menanti Hasilnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski berlangsung tertutup, mekanisme suksesi Iran dirancang untuk memastikan kesinambungan ideologi dan stabilitas negara. Dewan kepemimpinan sementara menjadi penyangga agar pemerintahan tetap berjalan hingga keputusan final diambil.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Majelis Ahli. Siapa pun yang mereka pilih, keputusan tersebut akan menandai arah baru Republik Islam Iran setelah era Ali Khamenei resmi berakhir. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Pada hari Selasa (3/3/2026) menjadi hari apes yang dialami oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Pasalnya mantan penyanyi ini terjaring OTT KPK. Fadia diduga
KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi
DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menyoroti terkait maraknya angkutan umum ilegal atau angkutan umum zombie saat mudik Lebaran 2026. Huda mengungkapkan
Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Pemerintah akan melakukan penyesuaian terkait skema lalu lintas mudik Lebaran yang berbarengan pada Hari Raya Nyepi 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Darat
Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku mendapatkan banyak dukungan khususnya dari masyarakat Pekalongan usai menangkap dan menetapkan Fadia Arafiq sebagai
KPK Ungkap Sejumlah Barang yang Diimpor Melalui PT Blueray: Sparepart Kendaraan Hingga Alat Rumah Tangga

KPK Ungkap Sejumlah Barang yang Diimpor Melalui PT Blueray: Sparepart Kendaraan Hingga Alat Rumah Tangga

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah barang yang diimpor ke Indonesia melalui forwarder PT Blueray (BR). Diketahui PT Blueray terlibat dalam

Trending

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Pemerintah Kota Pemkot Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menegaskan komitmennya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Persebaya Surabaya mengumumkan penutupan Tribun Utara Gelora Bung Tomo sampai akhir musim 2025-2026 melalui akun sosial media klub, Kamis (5/3/2026). 
Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

mencuat kabar detik-detik warga jarah uang dari pesawat angkut Hercules C-130 yang bawa duit Rp1 triliun yang jatuh  di Bandara Internasional El Alto, Bolivia
Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal lengkap final four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan unjuk gigi setelah lebaran di laga yang berlangsung di tiga kota berbeda.
Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Tiga berita sepak bola paling populer di tvOnenews.com: hasil sidang AFC soal Persib sudah keluar? skenario Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, hingga kabar gembira untuk John Herdman.
Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Timnas Indonesia terancam kehilangan banyak pemain jelang FIFA Series 2026. Enam pemain sudah absen karena sanksi dan cedera, Mauro Zijlstra juga berpotensi menyusul.
PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mengungkapkan rencana naturalisasi empat pemain dari Brasil untuk memperkuat Timnas Voli Indonesia di masa depan.
Selengkapnya

Viral