Data Pribadi Dibongkar hingga Bakal Dapat "Kejutan", Anggota Damkar Depok Dapat Teror Buntut Konten Fungsi Penggunaan Helm
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam (31), diduga mendapatkan teror usai membuat konten video fungsi penggunaan helm.
Hal ini diunggah dalam akun media sosial Instagram pribadinya dengan keterangan: “Day 1 Ngenalin Fungsi APD”.
Umam mengaku mendapatkan teror melalui nomor WhatsApp pribadinya sehari setelah mengunggah konten tersebut.
Awalnya Umam mengatakan teror itu bermunculan di kolom komentar video unggahannya hingga ke direct message (DM).
“Pertama komentar. Banyak komentar-komentar yang ngecap saya kayak ‘Mantap aja lu’. Ya kan saya cuma ngasih tahu tentang helm. Terus DM saya enggak ladenin. Terus saya sampai bikin posting video rekomendasi outfit buka bersama 2026. Itu seragam-seragam saya dinas. Itu pun sampai kena hujatan juga,” kata Umam, saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Setelah mendapatkan teror lewat Instagram, dirinya kembali mendapat teror melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya.
Umam menyebutkan sejak awal mendapatkan pesan singkat dirinya selalu mengambil sisi positif dan tidak ada pikiran dirinya akan mendapatkan teror.
“Saya selalu positive thinking ya. Waktu awal dia (peneror) WhatsApp saya, dia bilang, ‘Assalamualaikum, saya penggemar, ngajakin ngopi, ada THR buat Lebaran’ gitu-gitu. Karena memang dari awalnya ya saya positive thinking aja kan. Maksudnya ada orang mau silaturahmi sama saya,” ujar Umam.
Dia mengakui mendapatkan nomor ponsel dirinya tidak sulit. Hal ini karena beberapa temannya bekerja sudah memiliki kontaknya.
“Mungkin dia dapat (nomor telepon saya) karena buat akses ke nomor saya sebenarnya itu enggak sulit-sulit banget. Ada beberapa teman-teman dekat di Damkar yang saya kasih kontak yang ini. Jadi saya ada dua nomor HP. Yang satu memang khusus buat di kantor, kerja. Yang satu cuma orang terdekat saja yang tahu,” jelas Umam.
“Saya pikir mungkin karena gini, ada teman saya yang istrinya atau kerabatnya itu nge-fans sama saya. Saya pikir, ‘Oh ini mah temannya teman saya mungkin’. Ya sudah saya respons dengan baik saja. Saya respons dengan baik sampai akhirnya dia bilang masalah selamat dan segala macamnya tuh, ‘Semoga selamat’ gitu-gitu. Ya saya balikin doa baik lagi. Tapi dia balasnya ternyata kayak gitu dan akhirnya saya diemin,” lanjutnya.
Pesan singkat dari nomor tersebut terus berdatangan saat Umam tidak membalas hingga akhirnya diduga pelaku teror itu mengirimkan pesan akan mengirim kejutan untuk dirinya.
“Ketika chat-nya sudah mulai arah-arah ancaman agak halus nih, saya diemin. Saya hapus chat-nya. Dia WhatsApp lagi. Sampai dia bilang, ‘Tunggu ya saya ada kejutan buat kamu’ gitu-gitu,” terang Umam.
Keesokan harinya, Umam kembali mendapatkan pesan dari nomor HP tersebut yang membongkar data pribadinya.
Umam terkejut karena selama ini dirinya tidak pernah mempublikasikan ke masyarakat.
“Besoknya dia WhatsApp lagi nyebutin alamat rumah saya dua-duanya. Rumah saya sama rumah mantan istri saya. Terus dia nyebutin nama orang tua saya. Nama bapak saya sama nama umi saya. Saya belum pernah publish nama bapak dan umi saya ke mana-mana,” ujar Umam.
Atas peristiwa ini, Umam menjadi waspada saat hendak bekerja maupun bepergian.
Dirinya juga telah menyampaikan pesan ke keluarganya untuk tidak meladeni jika ada nomor tidak dikenal yang menghubungi.
“Jadi ya saya sudah bisa bilang pesan ke keluarga-keluarga saya kalau sekiranya ada orang yang enggak dikenal yang kontak dan segala macam ya sudah tolong diabaikan saja,” ucap Umam. (ars/nsi)
Load more