Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama, Kapolda Sulsel: Laporan Awal Korban Meninggal Akibat Membenturkan Kepala
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani buka suara laporan awal soal anggota polisi muda, Bripda DP yang meninggal dunia diduga dianiaya seniornya di dalam Asrama Polisi (Aspol), kompleks Markas Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Jenderal Polisi Bintang Dua ini menerangkan, pihaknya menerima laporan awal bahwa korban meninggal dunia bukan karena dianiaya, melainkan akibat membentur-benturkan kepala.
“Bripda Dirja Pratama, di mana laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan,” kata Djuhandhani, di Polres Pinrang, Senin (23/2/2026).
Kemudian Djuhandani menerangkan, atas laporan ini, pihaknya melakukan pengusutan, dan didapati bahwa soal korban meninggal akibat membenturkan kepala tidak benar.
“Namun kita tidak percaya begitu saja, kami langsung mengecek kebenaran tersebut secara scientific. Kami buktikan, apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan dia membentur-benturkan kepala itu tidak benar,” jelas Djuhandhani.
Setelahnya, Biddokkes melaksanakan upaya pemeriksaan terhadap korban, dan ditemukan ada beberapa bagian tubuh yang lebam dan diyakini adalah akibat dari tindak penganiayaan.
“Dan dengan kerja keras kami dari Div Propam, Bid Propam, kemudian Direktorat Kriminal Umum, kami bisa membuktikan bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap korban. Di mana, saat ini, kami sudah mengamankan satu orang tersangka sesuai dengan pengakuan yang dilakukan,” ucap Djuhandhani.
“Namun kita tidak percaya begitu saja, karena kami masih melihat keterlibatan lainnya. Saat ini secara intensif, kami memeriksa lagi lima orang lagi. Keterkaitannya seperti apa,” sambungnya.
Untuk diketahui, Polisi muda Bripda DP dilaporkan meninggal dunia secara misterius di dalam Asrama Polisi (Aspol), kompleks Markas Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Peristiwa tragis ini bermula pada waktu sahur. Usai melaksanakan salat subuh, korban dilaporkan jatuh sakit saat berada di asrama. Pihak Direktorat Samapta kemudian melarikan DP ke RSUD Daya untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Nahas, nyawa polisi muda itu tidak tertolong. Awalnya, pihak keluarga hanya diberi tahu bahwa DP meninggal karena sakit.
Load more