Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza, Menlu: Penghormatan atas Reputasi TNI di Dunia
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Indonesia mendapat posisi strategis dalam misi stabilisasi internasional di Gaza. Pemerintah memastikan penunjukan sebagai wakil komandan (deputy commander) International Stabilization Force (ISF) merupakan pengakuan langsung atas rekam jejak dan reputasi prajurit Indonesia dalam berbagai operasi penjagaan perdamaian dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut kepercayaan tersebut sebagai bentuk penghargaan internasional terhadap kontribusi konsisten Indonesia dalam misi perdamaian.
“Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” ujar Sugiono, dalam keterangan pers, YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan posisi itu diperoleh setelah Indonesia menerima undangan langsung dari Amerika Serikat selaku force commander dalam struktur ISF. Dalam operasi militer multinasional, jabatan wakil komandan lazim diberikan kepada negara dengan kontribusi pasukan terbesar.
Indonesia dinilai memenuhi kriteria tersebut karena berencana menurunkan hingga 8.000 personel TNI dalam misi di Gaza. Secara keseluruhan, kekuatan gabungan ISF diperkirakan mencapai sekitar 20.000 personel.
“Dalam kaitannya dengan ISF ini, Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat. Kemudian, ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang Operasi. Dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander operasi merupakan sesuatu penghormatan,” kata dia.
Sugiono menegaskan kehadiran Indonesia dalam ISF tidak dimaksudkan untuk terlibat dalam operasi tempur. Pemerintah menekankan bahwa mandat utama adalah menjaga masyarakat sipil serta mendukung upaya-upaya kemanusiaan di kedua belah pihak.
“Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF,” paparnya.
Ia menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan melakukan operasi militer ofensif dengan menerjunkan pasukan ke Gaza.
Penunjukan tersebut sebelumnya disampaikan dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC pada Rabu (19/2), ketika Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan menyatakan bahwa Indonesia menerima tawaran itu.
Dalam forum yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kesiapan Indonesia serta berkomitmen mengirimkan personel terbaik untuk mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Dengan penempatan hingga 8.000 personel dan posisi strategis dalam struktur komando, Indonesia kini berada di garis depan misi stabilisasi internasional—bukan sebagai pihak yang bertikai, melainkan sebagai penjaga perdamaian. (agr/ree)
Load more