Polemik Bantuan Diaspora Aceh di Malaysia Tertahan Bea Cukai, DPR Desak Izin Segera Dipermudah
- Istimewa
Ia menegaskan pemerintah siap mengawal distribusi agar tidak disalahgunakan.
“Kami sampaikan bahwa ini kami akan awasi langsung dari pelabuhan itu kita sama TNI Polri awasi supaya langsung masuk ke tempat pengungsi, tidak untuk dijual kemana2. Kami siap bertanggung jawab untuk itu,” tegasnya.
Merespons Mendagri Tito, Dasco menilai bantuan tersebut hanya bersifat satu kali dan tidak akan mengganggu pasar domestik.
“Ini kan cuma pengiriman satu kali? Sumbangan dari wargaAaceh yang tinggal di Malaysia. Saya pikir mungkin mentan ga keberatan kali kan ini karena jumlahnya ga terlalu banyak. Pak Mentan?” kata Dasco sambil memanggil Menteri Pertanian.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman kemudian menanggapi dengan hati-hati.
“Usul kami kalau bisa beras ini sangat sensitif,” ujarnya.
Dasco menegaskan kembali bahwa tidak ada beras dalam pengiriman tersebut.
“Enggak ada beras pak, hanya minyak goreng dan gula pasir sedikit itu,” balasnya.
Mentan Amran tetap mengingatkan soal pengawasan.
“Kalau masih bisa, usul kami, karena kami juga ekspor minyak goreng besar-besaran ke beberapa negara. Tapi kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau harus masuk, saya kira pengawasan yang sangat ketat,” katanya.
Namun Dasco menilai opsi diuangkan justru akan menambah kerumitan.
“Ini sudah keburu dibeli, barangnya tinggal dikirim, dan hanya 1 kali. Dan saya pikir mungkin kita bisa kasih dispensasi karena cuma sekali, daripada nanti kita kan repot harus diuangkan lagi, beli lagi,” ujarnya.
Ia pun meminta koordinasi lintas kementerian segera dilakukan.
“Pak mensesneg dan menkeu bisa koordinasi dengan dirjen bea cukai, ini kita sudah dengar mentan, karena ini namanya sumbangan hanya 1 kali dan jumlahnya tidak ganggu. Saya pikir pak mendagri kita bisa realisasi secepatnya supaya barang-barang ini bisa masuk dan diawasi ketat langsung ke pengungsian dalam rangka sambut puasa dan hari raya lebaran,” tandas Dasco.(rpi/raa)
Load more