Diprediksi Ada 143,9 Juta Orang Mudik, Pakar Transportasi Minta Pemerintah Jangan Andalkan Tol
- Syaiful Arif-Antara
Jakarta, tvOnenews.com — Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengingatkan pemerintah agar tidak lagi menjadikan jalan tol sebagai satu-satunya tulang punggung mobilitas pemudik.
Ia menilai strategi berbasis tol sudah tidak cukup menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat mudik lebaran yang hampir menyentuh 144 juta orang.
Alternatif jalur non-tol harus disiapkan serius terutama melalui pembenahan jalan arteri.
“Menghadapi mudik Lebaran 2026, pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada jalan tol. Dengan perbaikan jalan arteri yang layak, pemudik tak perlu lagi memaksakan diri masuk tol demi mencari kenyamanan yang setara,” ujarnya, saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (18/2/2026).
Data Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan 2026 memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat mencapai 143,9 juta orang.
Angka ini memang sedikit menurun dibanding 2025 yang diproyeksikan 146 juta orang, namun tetap sangat besar dan berpotensi menimbulkan kepadatan ekstrem.
Mayoritas perjalanan masih didominasi tradisi pulang kampung. Sebanyak 95,27 juta orang (66,2 persen) bepergian untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman, sementara 27,78 juta orang (19,3 persen) bertujuan mengunjungi orang tua atau kerabat.
Sementara itu, masyarakat yang tidak bepergian luar kota sebagian memilih berlibur di dalam kota sebanyak 34,40 juta orang (23,9 persen) dan terkendala biaya 32,96 juta orang (22,9 persen).
Pilihan moda transportasi menunjukkan dominasi kendaraan pribadi. Mobil menjadi favorit dengan pengguna mencapai 76,24 juta orang (52,98 persen).
Untuk angkutan umum, bus menjadi moda paling populer dengan 23,34 juta orang (16,22 persen).
“Pemudik yang menggunakan mobil untuk bepergian pada libur Lebaran memilih melewati jalan tol 50,63 juta orang (66,40 persen), kemacetan parah sulit dihindari,” tuturnya.
“Solusi kuncinya bukan lagi sekadar menambah tol, melainkan membenahi jalan arteri agar pemudik punya pilihan jalur alternatif yang setara baik dari segi keamanan maupun kenyamanan,” sambung Djoko.
Ruas Tol Jakarta–Cikampek tercatat paling padat dengan proporsi 16,30 persen atau sekitar 8,25 juta kendaraan.
Kepadatan kemudian diikuti Jakarta–Cikampek II Elevated (Layang MBZ) sebesar 15,10 persen (7,64 juta) serta Tol Dalam Kota Jakarta 14,20 persen (7,19 juta).
Sejak beroperasi 2019, Tol Trans-Jawa tetap menjadi jalur favorit karena dianggap paling cepat.
Load more