Soal Dugaan Bullying Anak SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Wali Kelas Pastikan Tidak Ada
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Soal apakah ada dugaan bullying terhadap anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tak mampu membeli alat tulis, wali kelas memastikan tidak ada dugaan tersebut.
Hal ini diungkapkan Guru SDN Rutojawa, Kabupaten Ngada, NTT sekaligus Wali Kelas YBR (10) Bonivasius Snae saat diwawancarai tvOne pada Rabu (4/2/2026).
“Kalau tentang bully-an bersama teman-teman dalam kelas itu tidak ada,” kata dia.
Bonivasius menceritakan kondisi kelasnya. Dia menyebut di kelasnya hanya ada delapan orang siswa yang terdiri dari lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan.
Jumlah murid yang sedikit membuat keseharian YBR bisa dilihatnya. Menurut dia, YBR merupakan anak yang pintar dan jujur.
“Kalau ke seharian korban, anak ini selalu ceria. Kalau di kelas juga anaknya termasuk pintar, jujur dan selalu bermain bersama teman-teman,” ujarnya.
Saat ditanya soal alat tulis seperti buku dan pulpen, berdasarkan pengamatan Bonivasius, YBR masih membawa alat tulisnya ke sekolah beberapa hari sebelum kejadian.
“Kalau mengenai perlengkapan alat tulis, selama ini yang saya lihat itu ada. Buku tulis, bolpoin, lengkap. Hari Rabu sebelum kejadian itu saya sebagai wali kelas kasih pembelajaran di kelas anak itu ada buku dan pulpen, bahkan mengerjakan tugas,” terangnya.
Bonivasius menyebut YBR tidak pernah menceritakan soal masalah yang terjadi di rumahnya. Yang dia tahu, YBR selalu terlihat ceria di kelas.
Terpisah, Kadisdik Ngada Elisius Kletus Watungadha mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi mendalam tentang peristiwa memilukan ini.
Berdasarkan hasil investigasinya, YBR tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang terbuat dari bambu.
Sementara itu, ibu YBR tinggal terpisah dan ayahnya pergi tak kembali. Ibu dan ayah YBR ini diketahui memiliki lima orang anak.
Elisius mengatakan satu minggu sebelum meninggal YBR menghampiri ibunya dan meminta untuk dibelikan buku.
“Ibunya ditinggal suami. Belum punya uang, kasih uang ke anak buat beli buku,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya sudah menemui kepala sekolah dan guru tempat YBR menimba ilmu.
Load more