PASBATA Minta Publik Tak Terprovokasi, Tegaskan Diplomasi Indonesia Tetap Pro-Perdamaian
- Sekretariat Kabinet
David menambahkan, Presiden Prabowo memilih pendekatan kepemimpinan aktif dalam diplomasi internasional, bukan sekadar menyampaikan kritik dari luar forum global. Dengan tetap hadir di ruang perundingan dan kerja sama internasional, Indonesia dinilai mampu menjaga posisi tawar, memperkuat suara moral, serta memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi.
“Indonesia tidak hadir untuk membela perang, tetapi untuk mendorong penghentian konflik. Bukan untuk tunduk pada kekuatan besar, melainkan memastikan suara keadilan dan kemanusiaan tetap hidup dalam setiap forum internasional,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa diplomasi modern tidak hanya soal sikap politik terbuka, tetapi juga soal membangun jejaring strategis agar Indonesia tetap relevan dalam percaturan global. Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional justru membuka ruang lebih luas untuk memperjuangkan isu kemanusiaan secara konkret, termasuk perlindungan warga sipil di wilayah konflik.
PASBATA pun mengajak masyarakat untuk bersikap kritis, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi adu domba yang berpotensi merusak persatuan nasional. David menekankan pentingnya literasi informasi agar publik tidak terjebak dalam framing yang tidak utuh dan cenderung menyesatkan.
“Perbedaan pandangan politik adalah hal wajar, tetapi jangan sampai dimanfaatkan untuk melemahkan persatuan bangsa dan kepercayaan rakyat terhadap negara. Kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menilai kebijakan luar negeri Indonesia secara objektif dan proporsional, serta memahami bahwa diplomasi perdamaian membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan keberanian untuk tetap berada di ruang dialog internasional, meskipun di tengah tekanan geopolitik yang kompleks. (nsp)
Load more