Pemuda di Cianjur Jadi Korban Salah Sasaran Geng Motor Saat Berteduh, Dua Pelaku Ditangkap
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat menangkap pelaku kekerasan jalanan yang menimpa seorang pemuda bernama Lucky Irawan (21).
Dua orang tersangka berinisial RR (22) dan MW (23) diciduk polisi di lokasi persembunyian mereka beserta sejumlah senjata tajam.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku saat ini sudah berada di Mapolres Cianjur untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mengejar dua rekan pelaku lainnya yang diduga telah melarikan diri ke luar daerah.
"RR dan MW diringkus saat berada di lokasi persembunyian, dari tangan mereka petugas mengamankan senjata tajam tajam jenis celurit dan batang besi yang dibuat tajam, serta satu unit sepeda motor," katanya di Cianjur, Senin (26/1).
Menurut keterangan kepolisian, dua pelaku yang masih buron kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Polisi pun terus mendalami kasus ini karena disinyalir ada keterlibatan anggota gerombolan bermotor lainnya.
Atas tindakan brutal tersebut, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 262 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman yang menanti mereka cukup berat, yakni maksimal sembilan tahun penjara.
"Kami akan mengembangkan kasusnya guna mengungkap pelaku lainnya yang merupakan gerombolan bermotor, saat ini dua orang pelaku masih menjalani pemeriksaan dan motif yang dilakukan ternyata salah sasaran," katanya.
Berdasarkan pengakuan tersangka, peristiwa memilukan ini bermula saat mereka berencana melakukan aksi tawuran dengan kelompok lawan.
Namun, saat melintas di pinggir jalan, mereka melihat korban sedang berteduh bersama rekannya.
Tanpa berpikir panjang, para pelaku langsung melakukan penyerangan karena mengira korban adalah kelompok lawan yang sudah berjanji bertemu melalui media sosial.
Sadar telah menyerang orang yang salah, para pelaku langsung melarikan diri dan memilih bersembunyi di suatu tempat alih-alih pulang ke rumah masing-masing, hingga akhirnya terlacak oleh tim penyidik.
"Pelaku menyebutkan salah sasaran dan kemungkinan ada korban lain atas aksi mereka yang dilakukan secara acak termasuk kelompok lain yang membuat janji melalui media sosial," katanya.
Menanggapi insiden ini, AKBP Alexander mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan platform media sosial.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas jalanan dan penyakit masyarakat lainnya yang sering kali bermula dari interaksi negatif di dunia maya. (ant/dpi)
Load more