News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Longsor Cisarua untuk Tekan Hujan dan Percepat Pencarian Korban

BNPB lakukan modifikasi cuaca di longsor Cisarua untuk tekan hujan dan percepat pencarian korban, lebih dari 700 personel dikerahkan.
Senin, 26 Januari 2026 - 09:00 WIB
Situasi proses evakuasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1).
Sumber :
  • Antara

CIsarua, tvOnenews.com – Penanganan bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilakukan secara intensif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh pemerintah adalah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi hujan yang dapat memperparah longsor Cisarua sekaligus menghambat proses pencarian korban.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan longsor Cisarua dipicu oleh faktor hidrometeorologi, terutama curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, penanganan bencana longsor Cisarua membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pengelolaan kondisi cuaca melalui teknologi modifikasi cuaca.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“BNPB telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca karena kejadian longsor Cisarua ini disebabkan oleh dampak hidrometeorologi,” ujar Syafii di posko pengungsian Desa Pasirlangu, Minggu, 25 Januari 2026.

Operasi modifikasi cuaca di lokasi longsor Cisarua dilakukan dengan tujuan utama mengalihkan atau mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak. Dengan curah hujan yang lebih terkendali, risiko longsor susulan dapat ditekan, sekaligus menciptakan kondisi yang lebih aman bagi tim SAR dan relawan dalam melakukan pencarian korban longsor Cisarua.

Langkah ini dinilai krusial mengingat pada hari pertama pencarian, hujan sempat turun dan memperlambat proses evakuasi. Selain itu, kondisi tanah yang labil akibat longsor Cisarua membuat setiap tambahan hujan berpotensi meningkatkan risiko pergerakan material tanah dan lumpur di area pencarian.

Sejak operasi modifikasi cuaca dilakukan, kondisi cuaca di lokasi longsor Cisarua terpantau relatif cerah dari pagi hingga siang hari pada hari kedua pencarian. Cuaca yang bersahabat ini turut mendukung kelancaran proses evakuasi dan penyisiran area terdampak. Meski sempat turun gerimis ringan, hujan hanya berlangsung singkat dan tidak mengganggu aktivitas petugas di lapangan.

Seluruh rangkaian operasi pencarian korban longsor Cisarua tetap berjalan sesuai rencana hingga ditutup pada pukul 17.00 WIB. Lebih dari 700 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri atas sekitar 250 personel SAR terlatih serta 450 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.

Upaya pencarian korban longsor Cisarua dilakukan dengan pendekatan tiga dimensi, yakni melalui udara, darat, serta penggunaan anjing pelacak (K9). Sebanyak 12 unit drone diterjunkan untuk memetakan wilayah terdampak longsor Cisarua yang diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer. Teknologi udara ini membantu tim di lapangan mengidentifikasi titik-titik rawan dan lokasi yang berpotensi terdapat korban tertimbun.

Sementara itu, dua alat berat telah diterjunkan untuk membantu membuka akses dan menyingkirkan material longsor Cisarua. Namun, penggunaannya masih terbatas karena kondisi material longsoran bersifat likuid menyerupai pasir, sehingga berisiko memicu longsor susulan jika dilakukan pengerukan secara masif.

“Kami juga mengerahkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban longsor Cisarua di bawah timbunan lumpur,” tegas Syafii.

Hingga hari kedua pencarian, tercatat sebanyak 25 jenazah korban longsor Cisarua telah diterima Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat di posko Puskesmas Pasirlangu. Berdasarkan data keseluruhan, terdapat 113 jiwa terdampak dalam peristiwa longsor Cisarua ini. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, sementara 65 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

BNPB menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan. Jika potensi hujan kembali meningkat, maka modifikasi cuaca di wilayah longsor Cisarua akan diperpanjang demi menjaga keselamatan petugas dan mempercepat proses evakuasi korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah modifikasi cuaca dalam penanganan longsor Cisarua ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam mitigasi bencana di Indonesia. Selain membantu menekan risiko bencana susulan, strategi ini juga memberi ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja lebih optimal dalam situasi darurat.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan Basarnas terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor Cisarua. Warga diminta mengikuti arahan petugas serta menghindari area berbahaya hingga kondisi dinyatakan aman. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin Gol Solo Run Ala Messi, Rachmat Irianto Comeback ke Timnas Indonesia Era John Herdman?

Bikin Gol Solo Run Ala Messi, Rachmat Irianto Comeback ke Timnas Indonesia Era John Herdman?

Rachmat Irianto mencuri perhatian usai mencetak gol solo run spektakuler bersama Persebaya. Performa apik ini membuka peluang comeback ke Timnas Indonesia.
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Persib kembali membuat kejutan besar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Media Prancis sorot tajam keputusan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung.
Geger Penemuan Mayat Satpam di Kalideres: Penjaga Kontrakan Temukan Korban Sudah Membiru

Geger Penemuan Mayat Satpam di Kalideres: Penjaga Kontrakan Temukan Korban Sudah Membiru

Warga Kampung Bali, Kalideres, Jakarta Barat, digemparkan penemuan jenazah pria yang berprofesi sebagai satpam di kamar kontrakan pada Senin (26/1). Pria tersebut bernama Izaac Pelupessy.
Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Pembangunan perumahan di wilayah Bekasi yang rawan banjir resmi dihentikan sementara hingga mampu berikan solusi nyata terhadap masalah genangan air tersebut.
Alan Cardoso akan Digantikan oleh Shayne Pattynama di Persija Jakarta? Begini Jawaban Mauricio Souza

Alan Cardoso akan Digantikan oleh Shayne Pattynama di Persija Jakarta? Begini Jawaban Mauricio Souza

Kedatangan bek sayap Timnas Indonesia ini memicu spekulasi di kalangan suporter sekaligus penggemar Macan Kemayoran mengenai nasib salah satu pemain asing mereka, Alan Cardoso, yang juga mengisi posisi serupa sebagai bek kiri.
Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang

Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang

Minum air es atau air dingin memang terasa menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas di luar rumah. Ternyata bisa menimbulkan efek buruk

Trending

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Pembangunan perumahan di wilayah Bekasi yang rawan banjir resmi dihentikan sementara hingga mampu berikan solusi nyata terhadap masalah genangan air tersebut.
Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Emil Audero gagal membawa poin bagi timnya, Cremonese setelah kalah dari Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes di Stadion Mapei, pada Minggu (25/1/2026). Lewat gol cepat, Cremonese kalah tipis 0-1 dari Sassuolo. 
Pemilik Sertifikat Tanah Lama seperti Girik, Letter C hingga Verponding Tahun 1967-1997 Diminta Segera Urus Konversi ke Sistem Pendaftaran Modern, Mulai 2 Februari 2026 Tak Berlaku

Pemilik Sertifikat Tanah Lama seperti Girik, Letter C hingga Verponding Tahun 1967-1997 Diminta Segera Urus Konversi ke Sistem Pendaftaran Modern, Mulai 2 Februari 2026 Tak Berlaku

Pemilik sertifikat tanah lama seperti girik, letter C hingga verponding tahun 1967-1997 diminta untuk segera mengurus konversi ke sistem pendaftaran modern.
Lucky Element Akan Dimakamkan Hari Ini di TPU Jeruk Purut

Lucky Element Akan Dimakamkan Hari Ini di TPU Jeruk Purut

Lucky Element akan dimakamkan hari ini, Senin 26 Januari 2026, di TPU Jeruk Purut. Rekan musisi dan penggemar bersiap mengantar peristirahatan terakhir.
Polisi Duga Reza Arab Ada di TKP Lula Lahfah Meninggal Dunia

Polisi Duga Reza Arab Ada di TKP Lula Lahfah Meninggal Dunia

Polisi menduga kekasih selebgram Lula Lahfah, Reza Arap, berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat peristiwa kematian Lula. Dugaan tersebut didasarkan pada -
Keadaan Berbalik, Eggi Sudjana Kini Laporkan Roy Suryo dan Pengacaranya Ahmad Khozinudin ke Polisi

Keadaan Berbalik, Eggi Sudjana Kini Laporkan Roy Suryo dan Pengacaranya Ahmad Khozinudin ke Polisi

Roy Suryo dan pengacaranya, Ahmad Khozinudin dilaporkan ke polisi oleh Eggi Sudjana. Diketahui, mereka sempat terlibat dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Warga Indonesia Wajib Tahu! Pemilik Nomor HP Tak Bisa Aktif Sembarangan, Ini Peraturan Barunya

Warga Indonesia Wajib Tahu! Pemilik Nomor HP Tak Bisa Aktif Sembarangan, Ini Peraturan Barunya

Warga Indonesia wajib mengetahui soal aturan baru terkait nomor HP. Pasalnya, Pemerintah resmi menerbitkan Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT