Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia
- Istimewa
Sebelum benar-benar hilang, dua saksi mata mengaku sempat melihat Syafiq di sekitar Pos 3. Kedua pendaki tersebut bahkan sempat mengikuti Syafiq Ali, namun remaja itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Jalur yang diambil Syafiq diduga merupakan jalur yang salah.
Sejak saat itu, keberadaan Syafiq tidak diketahui. Upaya pencarian intensif selama berhari-hari pun belum menemukan hasil hingga operasi SAR dihentikan.
Keluarga Baru Tahu Tujuan Pendakian
Dalam keterangannya kepada media, kakak kandung Syafiq Ali, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa adiknya semula berpamitan kepada keluarga untuk mendaki Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.
“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” kata Naufal, dikutip Rabu (14/1/2026).
Keluarga sempat terkejut, namun akhirnya mengizinkan karena Syafiq sudah berada di lokasi pendakian.
Gunung Slamet sendiri dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah dan tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalur pendakiannya dikenal cukup berat, terutama bagi pendaki pemula, karena minimnya sumber air dan medan yang menantang.
Ditemukan Meninggal Dunia
Kabar duka datang pada Rabu (14/1/2026). Syafiq Ali akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Informasi tersebut pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi basecamp Bambangan Purbalingga, @slametviabambangan.
“Alhamdulillah survivor atas nama Syafiq Ali ditemukan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” tulis akun tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah Syafiq masih terus dilakukan oleh para relawan dan tim terkait.
Sebelumnya, Himawan yang juga sempat dinyatakan hilang ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan fisik, pengetahuan jalur, serta komunikasi yang matang sebelum melakukan pendakian, khususnya di gunung dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Gunung Slamet. (nba)
Load more