News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banjir dan Longsor Terjang Halmahera Utara, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana setelah banjir dan longsor terjadi di sejumlah lokasi.
Rabu, 7 Januari 2026 - 20:45 WIB
Bupati Halut Piet Hein Babua saat melakukan konferensi pers didampingi Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, bersama BPBD Halut terkait banjir dan longsor melanda daerah itu, Rabu (7/1/2026).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana setelah banjir dan longsor terjadi di sejumlah lokasi.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua mengatakan banjir dan longsor terjadi di tiga kecamatan yakni Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bencana ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Selasa (6/1/2026).

"Curah hujan tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat hingga meluap dan memicu longsor di sejumlah wilayah," kata Bupati, Rabu (7/1/2026).

Sejumlah desa mengalami banjir dan longsor seperti Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo karena hujan deras.

Selain itu, di Kecamatan Galela Utara, sejumlah lokasi juga mengalami banjir yakni Desa Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita karena air di Sungai Pitago meluap.

Di kecamatan tersebut, tidak cuma rumah warga terendam namun akses jalan terputus karena dua jembatan rusak.

"Dari bencana ini, di Desa Pelita terdapat satu korban jiwa (belum diketahui nama). Pemerintah daerah turut berbelasungkawa atas duka cita yang dialami keluarga korban," katanya.

Selanjutnya, di Kecamatan Loloda Utara, lima desa dikepung banjir yakni Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume.

Ia mengungkapkan BPBD Halmahera Utara mengalami kesulitan menembus lokasi karena jalan dipenuhi lumpur dan genangan air.

"BPBD hanya bisa sampai di Desa Tate dan belum dapat menembus lokasi longsor. Selain itu, koordinasi menuju lokasi juga terkendala cuaca laut yang tidak bersahabat," ujarnya menjelaskan.

Pemerintah Daerah telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, BPBD akan mendata warga secara menyeluruh untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

"Data lengkap akan menjadi dasar penanganan lanjutan agar bantuan dapat tepat sasaran," ungkapnya. (ant/iwh)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT