14 Nyawa Melayang Akibat Kebakaran di Jakarta Utara Selama 2025, Ini Penyebab Utamanya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu merilis data memprihatinkan terkait musibah kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Tercatat, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia akibat amukan si jago merah di wilayah tersebut.
“Kami mencatat 14 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka akibat kejadian kebakaran selama 2025,” ungkap Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, Senin (5/1/2026).
Meskipun memakan korban jiwa, secara statistik jumlah peristiwa kebakaran pada 2025 sebenarnya mengalami penurunan sekitar 17 persen.
Jika pada 2024 terjadi 279 insiden, maka pada 2025 angka tersebut menyusut menjadi 232 kejadian. Gatot menilai tren positif ini merupakan buah manis dari masifnya kampanye pencegahan yang dilakukan pihaknya.
Mengenai pemicunya, masalah kelistrikan masih mendominasi penyebab bencana.
Korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran pada 2025 sebesar 54 persen. Kemudian, kebocoran gas sekitar 12 persen, pembakaran sampah delapan persen, serta faktor lainnya.
Dari data wilayah, Kecamatan Penjaringan menempati urutan teratas dengan 60 kasus, diikuti oleh Cilincing dengan 47 kejadian.
Wilayah lain seperti Tanjung Priok mencatat 37 kasus, sementara Koja dan Kelapa Gading masing-masing 27 kasus, serta Pademangan dengan 23 laporan. Untuk wilayah Kepulauan Seribu, tercatat ada 11 kejadian yang terbagi di bagian Utara dan Selatan.
Dampak kerusakan pun sangat masif, di mana rumah tinggal menjadi objek yang paling sering dilalap api dengan total 86 unit bangunan hancur. Selain itu, 41 unit kios atau ruko serta 39 tumpukan sampah juga dilaporkan terbakar.
Bencana ini tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga memukul sisi kemanusiaan dan ekonomi warga.
“Kebakaran sepanjang 2025 berdampak pada 1.048 Kepala Keluarga atau sekitar 4.709 jiwa, dan kerugian material akibat kebakaran sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp63,9 miliar," tutur Gatot.
Menyikapi data tersebut, Gulkarmat berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat melalui simulasi penanganan api dan kolaborasi antarunsur.
"Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik dan sumber api lainnya, guna menekan potensi kebakaran ke depan," ujar Gatot. (ant/dpi)
Load more