Satu Keluarga Tewas di Warakas Tanjung Priok Ternyata Baru 5 Bulan Ngontrak, Jarang Interaksi dengan Tetangga
- tvOneNews
Wulan pada saat itu kebetulan baru tiba di kamar kosnya. Ia kaget mendengar teriakan histeris dari anak korban yang baru pulang kerja tersebut.
Kata Wulan, anak korban berteriak meminta tolong. Ia kaget melihat bagian mulut S dan kedua anaknya sudah dalam kondisi berbusa.
Sementara S dan AA (27) berada di kamarnya, sedangkan AA (13) berada di ruang tamu. Ia dan anak korban menduga bahwa ketiga jenazah korban mengalami keracunan.
Wulan mengatakan, salah satu anak yang selamat mengalami syok berat dan hanya duduk terdiam membisu. Hal ini membuat para warga dan tim medis langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya menyampaikan, para korban langsung dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi sesuai standar dan prosedur kedokteran forensik.
Kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2026, Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru menyampaikan, proses hasil autopsi telah beres. Ketiga jenazah juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan hasil survey Tim tvOne di lapangan, polisi masih melakukan pengujian toksikologi. Ini menyusul adanya kecurigaan zat lain diduga menyebabkan para korban keracunan.
Sementara, Polres Metro Jakut juga terlihat masih melakukan olah TKP. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti botol makanan.
Pihak Kepolisian menemukan kondisi tubuh para korban melepuh. Bahkan ada bekas bercak di sekitar area tubuh ketiga korban.
(hap)
Load more