Rapat di Lokasi Bencana, Prabowo Minta Sekolah dan Rumah Sakit Segera Kembali Berfungsi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pemulihan fasilitas publik, terutama sekolah dan layanan kesehatan, harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurut Kepala Negara, fungsi pendidikan dan kesehatan tidak boleh terlalu lama terhenti karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi pembangunan hunian oleh Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memberi perhatian khusus agar fasilitas vital tersebut dapat kembali beroperasi secepat mungkin.
- YouTube/Setpres
“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” ujar Prabowo.
Di tengah penekanan pada pemulihan layanan dasar, Presiden turut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Danantara dalam mendukung penanganan pascabencana.
Prabowo menyebut capaian pembangunan ratusan unit hunian dalam waktu singkat sebagai bukti nyata respons cepat di lapangan.
“Jadi hari ini umpamanya Danantara membuktikan dalam 8 hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya ya cukup baik,” kata Prabowo.
Secara keseluruhan, Danantara direncanakan akan membangun 15.000 unit hunian bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Prabowo menilai program tersebut menjadi salah satu kunci pemulihan jangka menengah, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Namun demikian, Presiden mengingatkan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar upaya pemulihan berjalan efektif dan tidak saling tumpang tindih.
Ia meminta Danantara menjalin komunikasi intensif dengan BNPB serta pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten.
“Saya minta Danantara koordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah ya dengan gubernur dan bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih di mana ya nanti koordinasinya ada yang mau di titik ini jelas, siapa yang bangun,” tuturnya.
Arahan tersebut menegaskan fokus pemerintah tidak hanya pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan koordinasi agar seluruh bantuan dan program pemulihan tepat sasaran serta berdampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana. (agr/muu)
Load more