GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Paparkan Hasil Sinergi NU-Pemerintah di 2025, Gus Yahya: Akan Semakin Kokoh!

Meski penuh dinamika internal, PBNU tetap tampil sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di 2025.
Rabu, 31 Desember 2025 - 20:53 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Sepanjang 2025, hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah mengalami pergeseran penting. Sinergi yang semula lebih bersifat dukungan moral berkembang menjadi kerja kolaboratif yang langsung menyentuh masyarakat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampil sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal tahun 2025 ditandai dengan penguatan komitmen PBNU pada peringatan Harlah ke-102 NU, Januari lalu. Dalam momentum tersebut, PBNU secara terbuka menyelaraskan agenda organisasi dengan Asta Cita serta menginstruksikan seluruh jajarannya untuk aktif mendukung program pemerintah hingga ke tingkat akar rumput, khususnya melalui pesantren dan basis komunitas Nahdliyin.

Memasuki Februari, kerja sama semakin menguat melalui pertemuan pimpinan PBNU dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Agenda tersebut dilanjutkan dengan Sarasehan Ulama yang membahas Asta Cita dari perspektif hukum Islam, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman antara PBNU dan Badan Gizi Nasional terkait keterlibatan NU dalam program Makan Bergizi Gratis melalui pengelolaan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Pada Maret 2025, bertepatan dengan Ramadan, PBNU berperan aktif menjaga kohesi sosial di tengah potensi perbedaan praktik ibadah. NU menekankan pentingnya toleransi dan persatuan sebagai fondasi stabilitas nasional, sekaligus memperkuat peran moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Selepas Idulfitri, April 2025 diwarnai percepatan Gerakan Keluarga Maslahat NU. Program ini digerakkan secara luas di tingkat desa dengan fokus pada edukasi kesehatan, pencegahan stunting, serta penguatan ekonomi keluarga. Pemerintah mendukung inisiatif ini sebagai model pembangunan sumber daya manusia berbasis komunitas.

Pada Mei 2025, PBNU turut mengambil peran dalam diplomasi internasional dengan menyatakan dukungan terhadap sikap konsisten pemerintah Indonesia dalam isu Palestina–Israel. Dukungan pada solusi dua negara dinilai memperkuat posisi Indonesia di forum global sekaligus menegaskan peran NU dalam diplomasi moral.

Keterlibatan NU dalam program prioritas nasional memasuki tahap krusial pada Juni 2025 ketika PBNU resmi dilibatkan dalam pengelolaan 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis. Implementasi mulai berjalan pada Juli dengan peresmian dapur-dapur MBG di berbagai daerah, bersamaan dengan penguatan pesantren sebagai pusat agropreneur untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Peran NU dalam menjaga stabilitas nasional kembali terlihat pada Agustus 2025 saat terjadi eskalasi demonstrasi dan kerusuhan di Jakarta. PBNU bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam menemui Presiden Prabowo di Hambalang dan menyerukan pentingnya menjaga ketenangan, kepercayaan publik, serta komitmen kebangsaan di tengah situasi krisis.

Pada September 2025, kolaborasi sosial PBNU melalui LAZISNU menunjukkan hasil konkret dengan penyaluran dana kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi senilai miliaran rupiah untuk pesantren, layanan kesehatan, dan UMKM perempuan. Capaian tersebut diperluas melalui peluncuran program Keluarga Unggul di sejumlah provinsi.

Momentum Oktober 2025 dimanfaatkan PBNU untuk menegaskan kembali peran strategis pesantren dalam peringatan Hari Santri. Dengan mengusung tema penguatan peradaban, PBNU menempatkan pesantren sebagai benteng ideologi Pancasila dan ketahanan kebangsaan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Penguatan sumber daya manusia berlanjut pada November 2025 melalui peluncuran NU Scholarship hasil kolaborasi PBNU dan BAZNAS RI. Program ini membuka akses pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi kader NU serta generasi muda berprestasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Menjelang akhir tahun, Desember 2025 menjadi momentum ujian sekaligus penegasan peran kemanusiaan NU. PBNU memobilisasi relawan, logistik, dan dana miliaran rupiah untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sembari terus mengakselerasi pelaksanaan MBG. Hingga akhir tahun, puluhan SPPG telah beroperasi dan ratusan lainnya berada dalam tahap persiapan, menandai keberhasilan NU mengawal program prioritas pemerintah secara bertahap dan berkelanjutan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk tanggung jawab kebangsaan NU.

"NU tidak memposisikan diri sekadar sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra yang bekerja bersama pemerintah untuk memastikan kebijakan benar-benar membawa kemaslahatan bagi rakyat,” ujar Gus Yahya, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, kolaborasi antara ulama dan umara harus diwujudkan dalam kerja konkret yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah dinamika internal organisasi pada penghujung tahun, PBNU juga berhasil menempuh proses islah dengan bimbingan para kiai sepuh.

“Rekonsiliasi ini menjaga soliditas NU sekaligus memastikan agenda pelayanan umat dan dukungan terhadap program nasional tetap berjalan tanpa gangguan,” ungkap Gus Yahya.

Menghadapi 2026, PBNU memproyeksikan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur dan berdampak luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fokus diarahkan pada perluasan operasional MBG, penguatan ketahanan pangan berbasis pesantren, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta konsistensi NU sebagai penopang stabilitas sosial dan kebangsaan.

“Dengan fondasi sinergi yang telah terbangun sepanjang 2025, PBNU optimistis bahwa kerja bersama NU dan pemerintah akan semakin kokoh dalam mengantarkan Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tandas Gus Yahya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Timnas Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Keputusan itu men-
Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, motif Utama pimpinan ponpes perkosa santriwati di Lombok Tengah. Bahkan, kabar yang beredar luas di media sosial itu, menuai komentar netizen.
Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Kabar baik datang untuk Inter Milan yang mendapat sinyal positif setelah manajemen US Sassuolo Calcio membuka peluang melepas rekan duet Jay Idzes, Muharemovic.
THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal mekanisme pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idulfitri bagi aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta.
Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, senjata mematikan milik Iran. Bahkan senjata itu bisa membuat Amerika Serikat dan Israel bisa kocar-kacir. Seperti diketahui, AS dan Israel melancar
Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hasilnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Trending

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk rumah wanita berinisial DR (20) yang diduga membuang bayi hasil hubungan gelapnya
Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis “Bini Orang” menjadi salah satu tren busana muslim paling mencuri perhatian menjelang Lebaran 2026. Terinspirasi dari Inara Rusli, yuk simak deskripsinya!
Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Bek Nottingham Forest, Neco Williams, blak-blakan soal target utama skuadnya saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad, Kamis (5/3/2026).
Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh saksi kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung
Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memilih tidak banyak bicara terkait kepemimpinan wasit usai timnya ditahan imbang Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super -
Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Selengkapnya

Viral