Prabowo Tak Ambil Pusing Diketawain Setiap Kali Bicara Terkait Kekuatan Asing: Saya Tidak Peduli
- YouTube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan sikap kerasnya terhadap praktik kebocoran keuangan dan perampokan kekayaan negara, sekaligus menepis cibiran sejumlah pihak yang menertawakan pernyataannya soal kekuatan asing yang tidak menghendaki Indonesia maju.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).
Prabowo secara terbuka mengaku tidak ambil pusing meski kerap ditertawakan ketika mengungkap adanya kepentingan asing yang merugikan Indonesia. Ia menegaskan loyalitasnya hanya kepada rakyat yang telah memilih dan melantiknya sebagai presiden.
“Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia, saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat kehormatan bagi saya,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai mengulas dampak serius kebocoran pengelolaan anggaran dan sumber daya alam terhadap keberlangsungan sebuah negara.
Prabowo mengibaratkan kebocoran keuangan negara seperti tubuh manusia yang kehilangan darah secara perlahan namun terus-menerus.
“Berkali-kali saya katakan, negara itu ibarat badan, ibarat badan manusia. Kekayaan, uang, uang dan segala kekayaan itu ibarat darah. Kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor, sekian cc, di ujungnya badan itu kolaps, mati,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, kondisi serupa akan terjadi pada negara jika praktik kebocoran terus dibiarkan, mulai dari perampokan sumber daya, manipulasi laporan, hingga penyelundupan lintas batas.
“Negara sama. Di ujungnya, kekayaan kita bocor, bocor, bocor, dirampok, dicuri, laporan palsu, under invoicing, pejabat disogok, nyelundup, nyelundup keluar, nyelundup ke dalam, gimana negara bisa bertahan. Ini yang dikehendaki oleh beberapa kekuatan,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) atas capaian penyelamatan kekayaan negara yang ditunjukkan dalam acara tersebut. Ia mengaku bangga terhadap kinerja satgas yang dinilainya bekerja nyata di lapangan.
“Saya terima kasih kepada Satgas PKH, saya bangga dengan kalian, kalian yang bekerja, terima kasih,” ucap Prabowo.
Lebih jauh, Presiden mengajak seluruh pihak untuk menempatkan kepentingan bangsa dan rakyat sebagai tujuan utama. Menurutnya, membela kebenaran dan rakyat merupakan kehormatan tertinggi dalam hidup manusia.
“Saya sampaikan briefing saya kepada mereka, cobalah, apa yang kita cari di dunia ini sebagai manusia. Saya selalu katakan gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati kita tinggalkan nama,” tutur Prabowo.
“Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita, kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Maha Kuasa dengan ikhlas,” pungkasnya. (agr/iwh)
Load more