Laporan Penanganan Bencana Mentan, Satu-satunya yang Disambut Tepuk Tangan Presiden dan Kabinet
- Istimewa
Dari sisi produksi, Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional meningkat signifikan.
Berdasarkan data BPS, produksi beras naik 4,17 juta ton, lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden.
“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insya Allah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ujarnya.
Stok beras nasional pun disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah modern Indonesia.
“Stok kita mulai tahun 1969 sampai 2025, Insya Allah di akhir tahun mencapai 3,7 juta ton. Dulu tahun 1984 stok kita 3 juta ton dan penduduk saat itu hanya 161 juta. Sekarang penduduk 286 juta, stok kita 3,7 juta ton,” papar Mentan Amran.
Di sektor pupuk, Mentan Amran melaporkan adanya peningkatan volume dan penurunan harga tanpa membebani anggaran negara.
“Pupuk kita volumenya bertambah 700 ribu ton, harganya turun 20 persen. Revitalisasi sudah berjalan dua bulan. Ini tidak menambah anggaran, hanya merubah regulasi yang ada,” jelasnya.
Menutup laporannya, Amran menyampaikan bahwa Kementan baru saja menerima penghargaan dari FAO.
Ia menyebut kebijakan Indonesia yang tidak lagi mengimpor beras berdampak langsung pada penurunan harga pangan dunia.
“Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia. Saat kita impor, harga beras dunia 650 dolar per ton, sekarang 340 dolar atau turun 42 persen. Karena Indonesia tidak lagi impor, harga pangan dunia ikut turun,” pungkas Mentan Amran.
Paparan komprehensif tersebut disambut tepuk tangan Presiden dan para menteri, menandai apresiasi atas kinerja sektor pertanian nasional sepanjang 2025.
Load more